Rute Jip Gumuk Pasir Bantul Dialihkan, Ada Konsep Agro Wisata

Yosef Leon
Yosef Leon Sabtu, 17 Oktober 2026 16:27 WIB
Rute Jip Gumuk Pasir Bantul Dialihkan, Ada Konsep Agro Wisata

Gumuk Pasir Parangtritis - Antara

Harianjogja.com, BANTUL—Wisatawan yang mengikuti tur jip di kawasan Gumuk Pasir Barchan, Parangtritis, Bantul, berpeluang menikmati pengalaman baru mulai November 2026. Pelaku jip wisata bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul menyiapkan jalur alternatif yang tidak lagi melewati zona inti gumuk pasir karena kawasan tersebut sedang menjalani program restorasi.

Jalur pengganti akan diarahkan ke zona penyangga, terutama di sisi barat gumuk pasir. Selain menawarkan lintasan yang lebih menantang, rute itu dirancang untuk memperkenalkan potensi pertanian setempat melalui konsep wisata berbasis agro.

Marketing Pantai Tal Wolu Adventure, Gombloh, mengatakan pelaku jip wisata telah menyusun jalur alternatif dan menyerahkannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul. Rute tersebut belum dapat diterapkan karena masih menunggu persetujuan pemerintah daerah.

"Yang pasti rute tersebut jauh lebih menantang dan menyuguhkan pengalaman yang lebih mengesankan dibandingkan rute yang saat ini masih melalui zona inti gumuk pasir," ujar Gombloh, Sabtu (17/10/2026).

Rute baru melewati pantai dan lahan pertanian

Rute alternatif itu tidak hanya menghubungkan kawasan pantai dengan gumuk pasir di zona penyangga. Wisatawan juga akan diajak melintasi lahan pertanian yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Menurut Gombloh, keberadaan jalur pertanian dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung. Konsep ini sekaligus memberi kesempatan kepada wisatawan untuk mengenal aktivitas dan hasil pertanian masyarakat setempat.

"Yang jelas rute baru sudah kami buat. Sudah kami berikan juga ke Pemkab Bantul, tinggal menunggu persetujuan saja," katanya.

Salah satu potensi yang ingin dikembangkan melalui jalur baru tersebut adalah kesempatan bagi wisatawan untuk membeli hasil pertanian langsung dari petani. Komoditas yang tersedia di kawasan gumuk pasir antara lain cabai, bawang merah, terong, tomat, hingga jambu mete.

Gombloh menilai integrasi kegiatan wisata dan pertanian dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Wisatawan berpeluang memperoleh hasil pertanian dengan harga lebih terjangkau, sedangkan petani mendapatkan akses pemasaran langsung kepada pengunjung.

"Intinya menggabungkan dengan konsep agro wisata di lahan atau gumuk pasir. Target kami rute baru sudah mulai diterapkan pada awal November 2026," ujarnya.

 Dispar Bantul arahkan jip keluar dari zona inti

Kepala Dispar Bantul, Saryadi, mengatakan instansinya menjadi salah satu organisasi perangkat daerah yang dilibatkan dalam program restorasi gumuk pasir. Salah satu peran Dispar adalah mengatur jalur operasional jip wisata agar tidak lagi melintasi zona inti yang sedang dipulihkan.

"Kami mencoba mengalihkan rute jip wisata tidak melalui zona inti, namun track-nya melewati di luar zona inti gumuk pasir," kata Saryadi.

Menurut Saryadi, kesepakatan mengenai jalur baru telah dicapai bersama pelaku jip wisata. Pemerintah daerah berharap rute alternatif tersebut segera diterapkan sehingga kegiatan pariwisata tetap berlangsung tanpa mengganggu upaya pemulihan kawasan gumuk pasir.

"Sudah ada kesepakatan jalur baru jip wisata, semoga akhir bulan ini sudah bisa dimulai," pungkas dia.

Dengan rute baru tersebut, pengelola jip wisata menargetkan pengalaman petualangan yang berbeda sekaligus membuka peluang pengembangan agro wisata. Namun, penerapannya masih menunggu persetujuan Pemkab Bantul, sementara pemerintah daerah berharap pengalihan jalur dapat segera dimulai untuk mendukung restorasi gumuk pasir.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online