Viral Sumbangan Pendatang Rp1 Juta, Padukuhan Jambean Gelar Musyawarah
Padukuhan Jambean, Bantul, akan membahas ulang sumbangan warga perumahan Rp300.000-Rp1 juta setelah viral di media sosial.
Tampak depan Perpustakaan Bantul./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul mengakui fasilitas perpustakaan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bantul belum merata. Sejumlah sekolah telah memiliki perpustakaan yang memadai, tetapi sekolah lainnya masih terkendala keterbatasan ruang dan sarana pendukung.
Kepala Dispusip Bantul, Dian Mutiara Sri Rahmawati, mengatakan kondisi perpustakaan SD masih membutuhkan perhatian. Sementara itu, fasilitas perpustakaan di sekolah menengah pertama (SMP) secara umum dinilai relatif lebih layak. “Kalau sekolah yang relatif memadai itu SMP. Kalau SD memang masih separuh-separuh. Ada yang layak, ada yang belum,” kata Dian, Sabtu (17/10/2026).
Dispusip Bantul Belum Memiliki Data Kondisi Perpustakaan SD
Dian mengakui masih ada perpustakaan sekolah yang kondisinya belum optimal. Namun, pihaknya belum memiliki data terperinci mengenai jumlah perpustakaan yang sudah memenuhi standar maupun yang masih jauh dari kondisi ideal.
Dispusip Bantul akan berupaya mengecek kondisi perpustakaan yang dilaporkan belum memadai. Menurut Dian, keterbatasan tempat menjadi salah satu persoalan yang dihadapi sekolah maupun pemerintah desa dalam menyediakan fasilitas perpustakaan.
Untuk membantu sekolah yang memiliki keterbatasan koleksi bacaan, Dispusip Bantul mengandalkan layanan perpustakaan keliling dan layanan mandiri.
"Untuk membantu sekolah yang memiliki keterbatasan koleksi bacaan, kami mengandalkan layanan perpustakaan keliling dan layanan mandiri," ungkapnya.
Perpustakaan Keliling Bantul Sediakan 200 Judul Buku
Melalui layanan perpustakaan keliling, Dispusip Bantul menyediakan sekitar 200 judul buku yang dapat dipinjam oleh sekolah. Setelah masa peminjaman berakhir, buku-buku tersebut dikembalikan dan diganti dengan koleksi baru.
Sementara itu, layanan mandiri memungkinkan pihak sekolah datang langsung ke kantor Dispusip Bantul untuk meminjam sekitar 200 buku. Sekolah juga dapat menukarkan koleksi tersebut ketika membutuhkan bahan bacaan baru.
Kedua layanan itu menjadi upaya Dispusip Bantul untuk membantu sekolah memenuhi kebutuhan bacaan di tengah keterbatasan fasilitas perpustakaan.
Anggaran Operasional Batasi Layanan Perpustakaan Keliling
Meski demikian, pelaksanaan layanan perpustakaan keliling pada tahun ini terkendala keterbatasan anggaran operasional. Dian mengatakan layanan tersebut hanya dapat berjalan sekitar satu hingga dua kali dalam sepekan.
Keterbatasan itu membuat Dispusip Bantul harus menghemat penggunaan bahan bakar yang tersedia dari kupon tahun sebelumnya.
"Tahun ini kondisinya memang serba kekurangan, tapi tahun depan akan ada program-program yang didanai dari APBD untuk meningkatkan literasi di sekolah dan masyarakat," ujarnya.
Pada tahun depan, dukungan koleksi buku dari anggota dewan juga diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan bahan bacaan di perpustakaan.
Dukungan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses masyarakat terhadap buku, terutama di tengah keterbatasan fasilitas yang masih dihadapi sejumlah perpustakaan sekolah di Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Padukuhan Jambean, Bantul, akan membahas ulang sumbangan warga perumahan Rp300.000-Rp1 juta setelah viral di media sosial.
Belanja jemaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun. Menhaj mendorong UMKM daerah memanfaatkan peluang ekonomi haji dan umrah.
Disnakertrans Bantul mengukur ulang pekerjaan padat karya di 124 lokasi untuk memastikan hasil sesuai desain sebelum pembayaran upah pekerja.
Kemenhub mencatat 5.179 kali water bombing karhutla sejak April 2026. Sebanyak 2.458 penerbangan domestik terdampak sejak 11 Agustus.
Dispusip Bantul mengakui fasilitas perpustakaan SD belum merata. Keterbatasan ruang dan anggaran turut menghambat layanan perpustakaan keliling.
Realisasi anggaran MBG mencapai Rp153,2 triliun hingga September 2026. Program ini menjangkau 57 juta penerima manfaat dengan target 72,4 juta pada 2027.