Koperasi Merah Putih Tamanmartani, Sleman, Gandeng 109 Pedagang Kelontong

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Selasa, 20 Oktober 2026 15:07 WIB
Koperasi Merah Putih Tamanmartani, Sleman, Gandeng 109 Pedagang Kelontong

Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, SLEMAN—Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tamanmartani, Kalasan, Sleman, memperluas jaringan usaha dengan menggandeng 109 pedagang kelontong untuk memasok kebutuhan pokok. Hingga akhir Juli 2026, koperasi tersebut tercatat memiliki 1.118 anggota dan mengembangkan berbagai lini usaha, mulai dari distribusi pupuk hingga layanan kesehatan.

Ketua KDKMP Tamanmartani, Mawardi, mengatakan pengembangan sejumlah usaha koperasi masih berlangsung. Meski belum beroperasi secara maksimal, kegiatan yang dijalankan sejauh ini relatif aman.

“Sementara sih aman berproses, walaupun memang belum maksimal,” katanya, Minggu (18/10/2026).

Pengembangan usaha tersebut mencakup sektor pertanian, perdagangan kebutuhan pokok, perikanan berbasis bioflok, pemasokan tenaga pendukung SPG, serta layanan kesehatan melalui klinik pratama.

Gandeng 109 Pedagang Kelontong untuk Pasokan Sembako

Salah satu upaya KDKMP Tamanmartani memperluas jaringan distribusi dilakukan melalui kerja sama dengan 109 pedagang kelontong di wilayah setempat. Dalam kemitraan ini, koperasi bertindak sebagai pemasok sembako bagi para pedagang.

“Kemudian sembako juga kita punya pedagang kelontong ada 109. Itu yang kita kerjasamakan dengan teman-teman di sembako. Kita jadi supplier-nya teman-teman,” kata Mawardi.

Melalui pola tersebut, koperasi berupaya memperkuat hubungan usaha dengan pedagang kelontong. Jaringan ini menjadi salah satu bagian dari pengembangan distribusi kebutuhan pokok yang dijalankan KDKMP Tamanmartani.

Kerja Sama dengan 19 Kelompok Tani

Selain perdagangan sembako, pertanian menjadi salah satu sektor potensial bagi koperasi. Mawardi menyebut Tamanmartani memiliki 19 kelompok tani yang telah menjalin kerja sama dengan KDKMP, terutama dalam penyaluran pupuk.

“Secara umum sebenarnya potensial untuk pertanian karena kita punya 19 kelompok tani yang sudah tersanding dengan kami sehingga pupuk bisa terserap,” ujarnya.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya koperasi menyalurkan pupuk kepada petani. Mawardi mengatakan petani merupakan kelompok yang langsung merasakan manfaat dari keberadaan koperasi, khususnya karena kemudahan dalam memperoleh pupuk.

“Yang jelas, yang langsung merasakan itu petani, karena lebih mudah dapat pupuk,” tuturnya.

Meski demikian, kemudahan akses tersebut tidak disertai perbedaan harga dari ketentuan yang berlaku. Mawardi menegaskan pupuk yang disalurkan koperasi tetap mengikuti harga eceran tertinggi (HET).

“Harganya sama sih. Harganya kan kita pakai HET,” katanya.

Kembangkan Budi daya Ikan Bioflok dan Klinik Pratama

KDKMP Tamanmartani juga mengembangkan usaha perikanan melalui budidaya ikan dengan sistem bioflok. Fasilitas budidaya tersebut merupakan hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berlokasi di Caturharjo.

Untuk sementara, operasional fasilitas perikanan dilakukan oleh pengelola dengan bantuan tenaga kerja setempat.

“Sementara masih pengelola dibantu tenaga kerja sana,” ujarnya.

Di luar sektor pertanian, perdagangan, dan perikanan, koperasi turut mengembangkan usaha pemasokan tenaga pendukung SPG. KDKMP Tamanmartani juga memperluas layanan kesehatan dengan mengembangkan klinik yang sebelumnya telah ada menjadi klinik pratama fase pertama, termasuk layanan farmasi.

Beragam bidang usaha tersebut menunjukkan cakupan kegiatan koperasi yang tidak hanya berfokus pada satu sektor. Pengembangan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan proses yang sedang berjalan.

Miliki 1.118 Anggota hingga Akhir Juli 2026

Dari sisi keanggotaan, KDKMP Tamanmartani telah memiliki 1.118 anggota hingga akhir Juli 2026. Jumlah tersebut menjadi bagian dari pengembangan koperasi yang sekaligus membangun kemitraan dengan kelompok tani dan pedagang kelontong.

Mawardi mengatakan berbagai lini usaha yang dikembangkan diarahkan untuk membangun jaringan distribusi yang menghubungkan petani, pedagang, dan masyarakat. Melalui jaringan tersebut, koperasi berupaya memperkuat kegiatan ekonomi di wilayah Tamanmartani.

Meski telah menjalankan sejumlah kegiatan, Mawardi mengakui berbagai lini usaha tersebut masih dalam tahap pengembangan dan belum berjalan maksimal. KDKMP Tamanmartani terus memproses pengembangan usahanya agar ke depan dapat beroperasi lebih optimal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online