44 KDMP di Sleman Mulai Beroperasi, Modal Jadi Kendala Utama

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Senin, 19 Oktober 2026 21:57 WIB
44 KDMP di Sleman Mulai Beroperasi, Modal Jadi Kendala Utama

Ilustrasi, petugas menata beras SPHP dan berbagai kebutuhan di gerai KDMP syariah Geuce Komplek, Banda Aceh, Aceh, Rabu (23/9/2026)./Antara-Irwansyah Putra

Harianjogja.com, SLEMAN— Sebanyak 44 dari total 86 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang terbentuk di Kabupaten Sleman telah aktif beroperasi. Sementara itu, 42 koperasi lainnya masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan modal hingga belum adanya kepastian regulasi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop-UKM) Kabupaten Sleman, Sutiasih, mengatakan keterbatasan permodalan menjadi salah satu persoalan utama yang menghambat operasional koperasi tersebut.

“Kendala utama yang dihadapi antara lain terbatasnya permodalan,” katanya, Senin (19/10/2026).

Berdasarkan data Pemkab Sleman, jumlah KDMP yang telah beroperasi baru mencapai sekitar 51,2% dari total koperasi yang terbentuk. Adapun 48,8% lainnya belum aktif menjalankan kegiatan usaha.

Keterbatasan SDM hingga Sarana Usaha

Selain persoalan modal, Sutiasih menyebut kompetensi sumber daya manusia (SDM) pengurus KDMP di sejumlah wilayah Sleman masih belum optimal. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menjalankan kegiatan usaha koperasi.

Ketersediaan tempat usaha serta sarana dan prasarana pendukung juga masih terbatas. Padahal, fasilitas tersebut dibutuhkan untuk menunjang operasional koperasi yang telah terbentuk.

Persoalan lain yang dihadapi adalah belum terbangunnya jaringan kemitraan dengan pemasok atau supplier. Menurut Sutiasih, jaringan pemasok dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan barang sekaligus menjaga keberlangsungan usaha koperasi.

"Padahal, jaringan pemasok diperlukan untuk mendukung ketersediaan barang dan keberlangsungan kegiatan usaha koperasi," katanya.

Belum adanya kepastian regulasi juga menjadi kendala bagi sejumlah KDMP. Berbagai persoalan tersebut membuat koperasi yang sudah terbentuk belum seluruhnya dapat menjalankan kegiatan usaha secara aktif.

KDMP Tamanmartani Sudah Memiliki Jaringan Pemasok

Untuk mendukung operasional KDMP di Sleman, sejumlah aspek masih perlu mendapat perhatian. Hal itu meliputi penanganan masalah permodalan, peningkatan kapasitas pengurus, penyediaan sarana dan prasarana, penguatan kemitraan dengan pemasok, serta kejelasan regulasi.

Di tengah kendala yang dihadapi sejumlah koperasi, KDMP Tamanmartani menjadi salah satu koperasi yang telah beroperasi. Koperasi tersebut sudah memiliki jaringan dengan pemasok dan mampu menyediakan kebutuhan bagi warga setempat.

Keberadaan KDMP Tamanmartani menjadi bagian dari perkembangan operasional koperasi desa di Sleman, ketika sebagian koperasi lainnya masih berupaya menyelesaikan berbagai hambatan untuk mulai menjalankan usaha.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online