Usaha Kafe di Sleman Tercatat 205 pada 2026, Tertinggi dalam Enam Tahun
DPMPTSP Sleman mencatat 205 kegiatan usaha kafe pada 2026, tertinggi dalam enam tahun. Namun, angka tersebut belum tentu mencerminkan jumlah kafe aktif.
Ilustrasi, petugas menata beras SPHP dan berbagai kebutuhan di gerai KDMP syariah Geuce Komplek, Banda Aceh, Aceh, Rabu (23/9/2026)./Antara-Irwansyah Putra
Harianjogja.com, SLEMAN— Sebanyak 44 dari total 86 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang terbentuk di Kabupaten Sleman telah aktif beroperasi. Sementara itu, 42 koperasi lainnya masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan modal hingga belum adanya kepastian regulasi.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop-UKM) Kabupaten Sleman, Sutiasih, mengatakan keterbatasan permodalan menjadi salah satu persoalan utama yang menghambat operasional koperasi tersebut.
“Kendala utama yang dihadapi antara lain terbatasnya permodalan,” katanya, Senin (19/10/2026).
Berdasarkan data Pemkab Sleman, jumlah KDMP yang telah beroperasi baru mencapai sekitar 51,2% dari total koperasi yang terbentuk. Adapun 48,8% lainnya belum aktif menjalankan kegiatan usaha.
Keterbatasan SDM hingga Sarana Usaha
Selain persoalan modal, Sutiasih menyebut kompetensi sumber daya manusia (SDM) pengurus KDMP di sejumlah wilayah Sleman masih belum optimal. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menjalankan kegiatan usaha koperasi.
Ketersediaan tempat usaha serta sarana dan prasarana pendukung juga masih terbatas. Padahal, fasilitas tersebut dibutuhkan untuk menunjang operasional koperasi yang telah terbentuk.
Persoalan lain yang dihadapi adalah belum terbangunnya jaringan kemitraan dengan pemasok atau supplier. Menurut Sutiasih, jaringan pemasok dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan barang sekaligus menjaga keberlangsungan usaha koperasi.
"Padahal, jaringan pemasok diperlukan untuk mendukung ketersediaan barang dan keberlangsungan kegiatan usaha koperasi," katanya.
Belum adanya kepastian regulasi juga menjadi kendala bagi sejumlah KDMP. Berbagai persoalan tersebut membuat koperasi yang sudah terbentuk belum seluruhnya dapat menjalankan kegiatan usaha secara aktif.
KDMP Tamanmartani Sudah Memiliki Jaringan Pemasok
Untuk mendukung operasional KDMP di Sleman, sejumlah aspek masih perlu mendapat perhatian. Hal itu meliputi penanganan masalah permodalan, peningkatan kapasitas pengurus, penyediaan sarana dan prasarana, penguatan kemitraan dengan pemasok, serta kejelasan regulasi.
Di tengah kendala yang dihadapi sejumlah koperasi, KDMP Tamanmartani menjadi salah satu koperasi yang telah beroperasi. Koperasi tersebut sudah memiliki jaringan dengan pemasok dan mampu menyediakan kebutuhan bagi warga setempat.
Keberadaan KDMP Tamanmartani menjadi bagian dari perkembangan operasional koperasi desa di Sleman, ketika sebagian koperasi lainnya masih berupaya menyelesaikan berbagai hambatan untuk mulai menjalankan usaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPMPTSP Sleman mencatat 205 kegiatan usaha kafe pada 2026, tertinggi dalam enam tahun. Namun, angka tersebut belum tentu mencerminkan jumlah kafe aktif.
Bioskop NSC kembali hadir di Wates, Kulonprogo, setelah lebih dari 20 tahun. Tiket mulai Rp37.000 termasuk minuman, dengan dua studio.
OJK melaporkan reformasi pasar modal kepada Prabowo, meliputi penguatan integritas, transparansi, dan penegakan aturan, termasuk persoalan MSCI.
BGN menegaskan tidak akan mengintervensi proses hukum kasus pencambukan di KPPG Bogor dan membuka kanal pengaduan anonim untuk mencegah kekerasan.
Dua orang meninggal dunia setelah sepeda motor diduga tergelincir saat menyalip truk trailer di dekat Palang Krapyak, Klaten, Senin sore.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta memanfaatkan FinExpo 2026 untuk mengedukasi pekerja mandiri dan pelaku UMKM tentang perlindungan sosial.