Website Dua Kapanewon di Kulonprogo Disasar Peretas, Ini Modusnya

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Senin, 19 Oktober 2026 18:17 WIB
Website Dua Kapanewon di Kulonprogo Disasar Peretas, Ini Modusnya

Foto ilustrasi pereta/hacker. - Freepik

Harianjogja.com, KULONPROGO—Website Kapanewon Pengasih dan Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, menjadi sasaran upaya peretasan dengan modus phishing melalui sambungan telepon. Pelaku mengaku sebagai petugas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk mengelabui administrator agar menyerahkan kendali akun website.

Sekretaris Diskominfo Kulonprogo, Chris Agung, membenarkan adanya dua laporan terkait insiden tersebut. Pihaknya langsung melakukan penanganan untuk memulihkan sistem yang terdampak sekaligus memeriksa keamanan website.

"Sampai hari ini ada dua laporan yang masuk, yakni Kapanewon Pengasih dan Kapanewon Temon. Saat ini website Kapanewon Pengasih sedang dilakukan maintenance disebabkan sempat diambil alih oleh peretas, sehingga dilakukan pengecekan dan setting keamanan ulang," ujar Agung saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).

Modus Peretas Mengaku Petugas Diskominfo

Chris Agung menjelaskan, pelaku menggunakan pendekatan persuasif dengan menghubungi nomor resmi yang tercantum di website instansi. Pelaku kemudian mengaku sebagai petugas Diskominfo yang sedang melakukan perbaikan sistem.

Dalam aksinya, pelaku mengarahkan administrator untuk mengganti kata sandi akun menggunakan password tertentu yang telah disiapkan. Jika instruksi tersebut dituruti, pelaku berpotensi mengambil alih kendali website resmi dan menyalahgunakannya untuk tindakan yang merugikan.

Menurut Chris Agung, website perangkat daerah di Kulonprogo sebenarnya telah dilengkapi sejumlah sistem keamanan, antara lain SSL, firewall, cPanel, dan WHM. Namun, perlindungan teknis tersebut tidak menghilangkan risiko apabila administrator memberikan akses kepada pihak yang tidak terverifikasi.

"Website Perangkat Daerah di Kulonprogo telah dilengkapi sistem keamanan yang mumpuni, di antaranya SSL, firewall, cPanel, dan WHM. Namun, memberikan password kepada orang yang tidak dikenal sangat berisiko untuk disalahgunakan," tegas Chris Agung.

Kenali Ciri Telepon Penipuan

Pengelola website organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari tingkat kalurahan hingga kapanewon dan dinas teknis, diminta mewaspadai sejumlah tanda penipuan. Di antaranya penelepon yang mendesak korban agar segera bertindak, meminta korban mengeklik tautan tertentu, atau mengarahkan pembuatan kata sandi oleh pihak lain.

Administrator juga perlu mencurigai penelepon yang tidak dapat menunjukkan surat tugas atau tiket resmi perbaikan, serta tidak bisa diverifikasi melalui kanal komunikasi resmi instansi.

Diskominfo Kulonprogo mengimbau pengelola website agar tidak menyerahkan atau mengganti password berdasarkan instruksi telepon dari pihak yang identitasnya belum dipastikan.

"Apabila menerima panggilan dengan modus tersebut, segera akhiri komunikasi dan lakukan verifikasi melalui kontak resmi Diskominfo yang telah diketahui sebelumnya, bukan melalui nomor yang diberikan oleh penelepon. Admin juga disarankan menggunakan password yang unik dan kuat serta mengaktifkan verifikasi dua langkah (2FA) untuk akun administrator website maupun email yang terkait," tuturnya.

Korban Diminta Segera Melapor ke Kulonprogo CSIRT

Jika telanjur mengikuti instruksi pelaku, administrator diminta segera melapor kepada Tim Kulonprogo Computer Security Incident Response Team (CSIRT). Pelaporan tidak perlu menunggu sampai akun benar-benar tidak dapat diakses.

Pengelola juga disarankan segera mengganti kata sandi akun lain yang menggunakan password sama dan tidak kembali menghubungi nomor penelepon tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online