Batas Diperluas, Desil Enam Bisa Akses Jaminan Pendidikan di Kota Jogja
DPRD Kota Jogja memperluas batas desil tiga program bantuan sosial untuk menjangkau warga yang membutuhkan tetapi belum terakomodasi.
Polda DIY mengamankan sejumlah demonstran saat aksi di DPRD DIY pada Selasa (20/10/2026). Polisi menyebut terjadi pelemparan batu dan petasan. /Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono.
Harianjogja.com, JOGJA— Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mengamankan sejumlah demonstran dalam aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPRD DIY, Selasa (20/10/2026). Langkah tersebut dilakukan setelah aksi diwarnai pelemparan batu dan petasan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda DIY, Kombes Pol. Ihsan, mengatakan polisi sebelumnya telah berupaya mengedepankan pendekatan humanis dengan berdialog dan menerima tuntutan massa aksi. Namun, situasi di lapangan membuat petugas harus melakukan pengamanan.
"Kami sudah berusaha humanis berdialog menerima tuntutan, tapi kami tidak bisa hindari, sehingga kami harus melakukan upaya pengamanan. Tadi ada pelemparan batu dan petasan. Kami harus melindungi," kata Ihsan kepada wartawan di DPRD DIY, Selasa (20/10/2026).
Ihsan menyebut polisi masih mendata jumlah orang yang diamankan. Mereka akan dikembalikan setelah situasi dinilai kondusif.
"Kami masih mendata berapa yang kami bawa. Nanti kami kembalikan setelah semua kondusif," katanya.
Ia menambahkan, demonstran yang diamankan dalam aksi pada sore hari telah dikembalikan. Sementara itu, pendataan masih dilakukan terhadap orang-orang yang diamankan dalam perkembangan aksi berikutnya.
Aksi Berlanjut hingga Malam, Situasi Sempat Memanas
Aksi demonstrasi di DPRD DIY berlanjut hingga malam hari. Massa sempat ditemui anggota DPRD DIY, tetapi situasi kemudian memanas setelah terjadi bentrokan dengan kelompok yang tidak dikenal alias orang tak dikenal (OTK).
Sekitar pukul 21.38 WIB, suara ledakan terdengar di lokasi. Sekelompok orang kemudian berteriak, "serbu!", sebelum mengejar massa aksi hingga ke sisi selatan Jalan Malioboro.
Di tengah situasi tersebut, sejumlah demonstran dibawa polisi ke lobi Gedung DPRD DIY. Kepolisian menyatakan pengamanan dilakukan untuk melindungi pihak-pihak yang berada di lokasi.
Hingga perkembangan terakhir dalam keterangan polisi, jumlah orang yang diamankan masih dalam proses pendataan.
Demo Peringatan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Aksi unjuk rasa tersebut merupakan bagian dari peringatan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ribuan orang yang terdiri dari mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat sipil memadati sepanjang Jalan Malioboro sejak siang hari.
Massa menyampaikan desakan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah kebijakan dan program. Mereka menyoroti program pemerintah yang dinilai boros anggaran dan tidak efektif, serta penanganan berbagai bencana yang dinilai belum serius.
Aksi yang berlangsung hingga malam itu kemudian diwarnai ketegangan dan bentrokan. Polisi menyatakan pengamanan dilakukan untuk menjaga situasi tetap terkendali, sementara pendataan terhadap demonstran yang diamankan masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja memperluas batas desil tiga program bantuan sosial untuk menjangkau warga yang membutuhkan tetapi belum terakomodasi.
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman 21 Oktober 2026 di MPP Kabupaten Sleman, lengkap dengan jadwal Satpas, SIMMADE, dan layanan malam.
UNESA menjuarai Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya setelah mengalahkan UM 2-0. Kompetisi berlanjut ke Yogyakarta pada 20-27 Oktober.
PSIM Jogja menelan lima kekalahan beruntun dan terpuruk di zona degradasi. Guntur Cahyo Utomo meminta tim segera bangkit di laga berikutnya.
Cek jadwal SIM Gunungkidul Rabu, 21 Oktober 2026, di Toserba Sambipitu, lengkap dengan lokasi layanan lain dan syarat perpanjangan SIM.
Sebanyak 1.600 pelajar dari 58 sekolah mengikuti Kemah Kebangsaan BP2M di Cibubur. BNPT mengajak generasi muda merawat keberagaman.