30 Ban Pengaman Jalur Wediombo Terbakar, Warga Cari Pengganti

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 21 Oktober 2026 14:07 WIB
30 Ban Pengaman Jalur Wediombo Terbakar, Warga Cari Pengganti

Kondisi jalur Gedang Klutuk menuju Pantai Wediombo yang ban sebagai pengaman jalur habis terbakar beberapa waktu lalu./istimewa

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 30 ban bekas yang digunakan sebagai pengaman di jalur ekstrem menuju Pantai Wediombo, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul, hangus terbakar. Warga setempat kini mengumpulkan ban bekas untuk mengganti pengaman tersebut agar risiko kecelakaan di jalur rawan itu dapat dikurangi.

Rencananya, pemasangan ban pengganti dilakukan melalui kegiatan kerja bakti pada Jumat (23/10/2026). Hingga Rabu (21/10/2026), warga telah mengumpulkan 15 ban bekas untuk dipasang di jalur yang dikenal dengan nama Gedang Klutuk tersebut.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko, mengatakan jalur Gedang Klutuk memiliki kondisi jalan menurun dan menikung sehingga rawan kecelakaan. Insiden di lokasi tersebut bahkan pernah mengakibatkan korban mengalami luka berat hingga meninggal dunia.

“Sudah sering terjadi kecelakaan. Korbannya ada yang luka berat hingga meninggal dunia,” kata Sunu saat dihubungi Rabu (21/10/2026).

Untuk mengurangi risiko kecelakaan, warga memasang pagar pengaman di sekitar jalur tersebut. Keberadaan pengaman itu diharapkan dapat mengurangi dampak ketika pengendara mengalami kecelakaan, terutama agar kendaraan tidak langsung menghantam tebing karst.

Ban Bekas Jadi Pengaman Sejak 2022
Sunu menjelaskan pemasangan pagar pengaman di jalur Gedang Klutuk telah dilakukan sejak 2014. Pada awalnya, pengaman dibuat menggunakan karung berisi serbuk gergaji.

Namun, karung berisi serbuk gergaji harus diganti setiap tahun karena cepat rusak. Oleh karena itu, sejak 2022, warga mengganti material pengaman dengan ban bekas yang dinilai dapat digunakan sebagai pelindung sekaligus penanda bagi pengendara.

“Pemasangan pagar pengaman sudah dilakukan sejak 2014 lalu. Berhubung karung serbuk gergaji harus diganti setiap tahun karena cepat rusak, maka sejak 2022 lalu diganti mengunakan ban bekas,” katanya.

Selain berfungsi sebagai pelindung saat terjadi kecelakaan, ban bekas tersebut menjadi penanda visual bagi pengendara yang melintasi jalur menurun. Dengan melihat ban yang terpasang di tebing, pengendara diharapkan lebih waspada saat melewati ruas jalan tersebut.

“Pada saat mulai menurun sudah kelihatan ban-ban bekas yang menempel di tebing sehingga pengendara bisa lebih berhati-hati saat melintas,” katanya.

Seluruh Ban Pengaman Hangus Terbakar
Meski telah membantu memberikan pengamanan, seluruh ban bekas yang terpasang di jalur Gedang Klutuk dilaporkan terbakar sekitar satu minggu sebelum Rabu (21/10/2026). Sunu menduga kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang hingga menimbulkan api dan membakar ban-ban tersebut.

“Ada 30 ban bekas yang dipasang, semua habis terbakar. Makanya kami mencari pengganti untuk dipasang di Jalur Gedang Klutuk. Setelah kebakaran, sudah ada laporan satu korban kecelakaan di jalur ini,” katanya.

Setelah kejadian tersebut, warga berupaya mengumpulkan ban bekas untuk mengganti pengaman yang rusak. Sunu berterima kasih kepada masyarakat yang telah membantu menyediakan ban untuk dipasang kembali di jalur ekstrem menuju Pantai Wediombo.

“Sudah terkumpul 15 ban bekas. Mudah-mudahan saat pemasangan yang direncanakan Jumat [23/10] sudah terkumpul semua agar Risiko kecelakaan dapat dikurangi di sekitar lokasi,” katanya.

Warga Berharap Jalur Menuju Wediombo Dinormalisasi
Salah seorang warga Padukuhan Nglaban, Kalurahan Jepitu, Rubiyanto, mengatakan penggantian ban bekas sebagai pengaman sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko kecelakaan fatal di jalur menuju Pantai Wediombo.

Menurutnya, jalur tersebut tidak hanya digunakan oleh warga setempat, tetapi juga menjadi akses wisatawan menuju pantai. Kondisi jalan yang menurun dan menikung membuat pengendara perlu lebih berhati-hati saat melintas.

“Jalurnya memang rawan kecelakaan, apalagi masuk sebagai akses pariwisata menuju Pantai Wediombo. Ban-ban ini dipasang untuk mengurangi Risiko fatalitas saat terjadi kecelakaan,” katanya.

Selain mengganti ban bekas yang terbakar, warga juga berharap ada normalisasi jalur untuk mengurangi potensi kecelakaan. Perbaikan kondisi jalan dinilai penting mengingat karakteristik ruas tersebut yang menurun dan menikung ke kanan.

“Rata-rata kecelakaan terjadi saat menuju pantai. kondisinya turun dan menikung ke kanan sehingga sering terjadi kecelakaan dengan menghantam tebing,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online