Tegalpanggung Andalkan Kesenian untuk Tekan Kenakalan Remaja

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Kamis, 22 Oktober 2026 17:17 WIB
Tegalpanggung Andalkan Kesenian untuk Tekan Kenakalan Remaja

Penampilan reog menjadi bagian dari kesenian yang membentuk identitas Kelurahan Tegalpanggung di Kelurahan Tegalpanggung, Danurejan, Kota Jogja, Sabtu (27/6/2026)./Istimewa-Kelurahan Tegalpanggung\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Tegalpanggung, Kota Jogja, mengembangkan kesenian sebagai sarana pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi persoalan sosial, termasuk kenakalan remaja, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga. Upaya ini dilakukan melalui penguatan kelompok kesenian yang nantinya dihubungkan dengan rencana pengembangan kampung wisata.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Tegalpanggung, Natalia Stella Nostra, mengatakan kesenian diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya. Aktivitas tersebut juga diharapkan menjadi wadah bagi warga untuk melakukan kegiatan positif dan memperoleh manfaat ekonomi.

“Harapan kami melalui kesenian ini menjadi pintu solusi dari semua masalah yang ada di sini karena cukup kompleks juga di sini masalahnya,” kata Rara ditemui di kantornya, Rabu (21/10/2026).

Barongsai Jadi Wadah Kegiatan Positif Remaja

Salah satu persoalan yang menjadi sasaran pengembangan kesenian ialah kenakalan remaja. Rara mencontohkan pembentukan kelompok barongsai sebagai upaya menyediakan kegiatan positif bagi anak-anak muda di wilayah tersebut.

Kelompok Barongsai Mahkota Suci dibentuk setelah sepasang warga yang memiliki keterkaitan dengan kelompok barongsai di kawasan Sosromenduran melihat potensi anak-anak muda Tegalpanggung. Mereka menilai para remaja membutuhkan kegiatan untuk mengisi waktu luang, terutama pada malam akhir pekan.

Melalui kelompok tersebut, anak-anak muda diharapkan dapat mengembangkan keterampilan, membangun interaksi sosial, dan menyalurkan energi ke aktivitas yang lebih produktif.

“Kenakalan remaja itu juga tadi sudah coba diupayakan oleh barongsai supaya tidak mengarah ke mana-mana, mereka diberi kegiatan yang positif,” katanya.

Bregodo Beri Ruang Aktivitas bagi Warga Lansia

Pengembangan kesenian di Tegalpanggung tidak hanya menyasar generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi ruang beraktivitas bagi warga berusia lanjut.

Lurah Tegalpanggung, Ismail Husen, mencontohkan kelompok Bregodo Tegal Siyogo yang banyak diikuti peserta berusia lanjut. Menurutnya, latihan bregodo dapat menjadi ruang aktualisasi diri bagi warga yang sudah tidak lagi produktif bekerja.

Dengan mengikuti kegiatan tersebut, para anggota tetap memiliki aktivitas dan kesempatan berinteraksi dengan anggota kelompok lainnya.

Selain manfaat sosial, kesenian juga berpotensi menambah penghasilan melalui undangan pentas dan keikutsertaan dalam berbagai acara. Ismail mencontohkan penampilan Bregodo Tegal Siyogo di Wonosobo, dengan biaya transportasi dan akomodasi ditanggung penyelenggara.

Para anggota juga memperoleh uang saku dari kegiatan tersebut. “Sedikit banyak mereka juga mendapatkan penghasilan,” katanya.

Delapan Kelompok Kesenian Mendapat Dukungan

Saat ini, Kelurahan Tegalpanggung memiliki delapan kelompok kesenian, yakni barongsai, jathilan, barongan, reog, tari, karawitan, bregodo, dan mocopat. Dari jumlah tersebut, empat kelompok dinilai relatif aktif tampil, yaitu barongsai, reog, barongan, dan bregodo.

Pemerintah kelurahan selama ini mendukung pengembangan kelompok melalui fasilitasi latihan dan pembaruan kostum secara bertahap. Selanjutnya, pada 2027, seluruh kelompok direncanakan mendapat fasilitasi instruktur untuk memperkuat pengembangan masing-masing kesenian.

Dukungan tersebut diharapkan membantu kelompok mempertahankan aktivitas sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam mengembangkan potensi kesenian yang dimiliki.

Kesenian dan UMKM Disiapkan untuk Kampung Wisata

Selain memperkuat kelompok kesenian, Kelurahan Tegalpanggung merancang pengembangan kampung wisata yang menghubungkan pertunjukan seni dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ismail mengatakan pihaknya berencana berkolaborasi dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) untuk memasarkan potensi lokal. Melalui kerja sama itu, kesenian dan produk UMKM diharapkan dapat ditampilkan di gerai KKMP.

Paket wisata juga direncanakan menjadi bagian dari produk yang ditawarkan kepada pengunjung. Dengan demikian, pertunjukan seni, produk UMKM, dan paket wisata dapat menjadi rangkaian yang mendukung pemasaran potensi lokal.

Menurut Ismail, pengembangan tersebut berpeluang membuka ruang ekonomi bagi masyarakat setempat. Keterhubungan antara kesenian dan kegiatan usaha diharapkan membuat potensi yang dimiliki warga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Ke depan, pengembangan kesenian juga akan diarahkan agar semakin berkaitan dengan sejarah dan kearifan lokal Tegalpanggung. Langkah ini diharapkan memperkuat identitas wilayah sekaligus mendukung rencana pembentukan kampung wisata.

Melalui upaya tersebut, kesenian diharapkan tidak sebatas menjadi kegiatan pertunjukan, tetapi turut berperan dalam pemberdayaan masyarakat, mulai dari menyediakan aktivitas positif bagi remaja hingga membuka peluang ekonomi bagi warga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online