Pembukaan Cupu Panjala, Muncul 34 Gambar, Ada Semar hingga Pulau Sulawesi
Sebanyak 34 gambaran muncul saat Cupu Panjala dibuka di Gunungkidul. Simak rincian gambar dan pesan lurah serta Bupati Gunungkidul.
Petugas Polsek Tepus saat melihat kondisi kambing milik warga yang mati karena serangan hewan liar di Kalurahan Tepus, Tepus, Rabu (2/9/2026).Istimewa-Dok. Polsek Tepus\r\n\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dua kambing milik warga Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul, ditemukan mati dengan luka bekas gigitan dalam rentang dua hari. Serangan yang diduga dilakukan hewan liar tersebut terjadi di dua lokasi berbeda pada Selasa (20/10/2026) dan Rabu (21/10/2026).
Kapolsek Saptosari, AKP Sigit Teja Sukmana, mengatakan kasus pertama ditemukan pada Selasa (20/10/2026) di Alas Ngeberan, Kalurahan Kanigoro. Dalam kejadian tersebut, seekor kambing ditemukan mati dengan luka tercabik.
Serangan kedua terjadi pada Rabu (21/10/2026). Kali ini, kambing milik Pardi yang dipelihara di Alas Mojo, Kranon, Kalurahan Kanigoro, juga ditemukan mati akibat gigitan hewan liar.
“Jadi dalam dua hari ada dua kasus dengan korban dua kambing mati dengan luka bekas gigitan. Kejadiannya ada di Kalurahan Kanigoro,” kata Sigit kepada wartawan, Selasa siang.
Polisi Periksa Dua Lokasi Kejadian
Sigit mengatakan pihaknya telah mendatangi kedua lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat kemiripan pada kedua kejadian, yakni ditemukannya bekas gigitan pada kambing yang mati.
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan penyebab kematian kedua ternak tersebut. Dugaan sementara, kambing-kambing itu mati akibat serangan hewan liar.
“Untuk kepastian penyebab kematian belum bisa diketahui, tapi diduga kambing-kambing mati karena serangan hewan liar,” katanya.
Dengan demikian, penyebab pasti serangan yang menewaskan dua kambing tersebut masih belum diketahui.
Serangan Hewan Liar Disebut Berulang Setiap Tahun
Lurah Kanigoro, Suroso, membenarkan adanya dua kambing milik warga yang mati akibat gigitan hewan liar dalam dua hari terakhir. Menurutnya, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut.
Ia mengatakan kematian ternak akibat serangan hewan liar kerap berulang setiap tahun, terutama saat musim kemarau.
“Ini bukan kasus baru karena saat kemarau ada kambing mati akibat serangan hewan liar pasti ada,” katanya.
Suroso menjelaskan salah satu faktor yang membuat ternak rentan diserang adalah kebiasaan masyarakat memelihara kambing di area hutan atau ladang. Lokasi tersebut dipilih untuk memudahkan pemilik menyediakan pakan bagi ternak.
Namun, pemeliharaan ternak yang jauh dari permukiman juga menyulitkan pengawasan. Ketika serangan terjadi, pemilik atau warga lain belum tentu mengetahui kejadian tersebut secara langsung.
“Sudah jadi tradisi memelihara ternak berada di hutan atau ladang. Makanya saat terjadi serangan tidak ada yang tahu karena lokasinya jauh dari permukiman,” kata dia.
Warga Diimbau Pelihara Ternak Dekat Rumah
Untuk mengurangi risiko serangan terhadap ternak, pemerintah Kalurahan Kanigoro telah mengimbau masyarakat agar memindahkan kandang ke lokasi yang lebih dekat dengan rumah.
Dengan lokasi kandang yang lebih mudah dijangkau, pemilik diharapkan dapat mengawasi ternak secara lebih intensif. Langkah tersebut juga diharapkan mengurangi risiko ternak menjadi korban serangan hewan liar.
Meski imbauan telah disampaikan sejak lama, Suroso menyebut masih banyak warga yang memelihara ternak di ladang atau kawasan hutan.
“Sudah sejak lama kami imbau agar ternak dipelihara dekat rumah, tapi masih banyak yang memelihara di area ladang atau alas,” katanya.
Kasus kematian dua kambing di Kanigoro ini kembali menjadi perhatian terhadap keamanan ternak warga yang dipelihara jauh dari permukiman, terutama saat musim kemarau ketika serangan hewan liar disebut kerap berulang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 34 gambaran muncul saat Cupu Panjala dibuka di Gunungkidul. Simak rincian gambar dan pesan lurah serta Bupati Gunungkidul.
Prabowo menyebut Indonesia berada dalam kondisi survival dan menegaskan kepentingan nasional serta rakyat menjadi prioritas pemerintah.
Peta NASA menunjukkan sebaran karbon monoksida di Indonesia pada 13–15 Oktober 2026. BMKG mengingatkan data satelit tidak langsung menggambarkan kualitas udara
Bupati Sleman Harda Kiswaya melantik 63 pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator. Pejabat diminta memegang falsafah Golong Gilig dan mengutamakan pelay
Pemkab Kulonprogo dan Kemendag melatih 60 UMKM agar mampu menembus pasar ekspor. Program pendampingan intensif disiapkan selama delapan bulan.
Ketua DPRD Jogja FX Wisnu Sabdono Putro berharap persoalan sampah tuntas pada 2027. PSEL Piyungan dirancang mengolah 1.000 ton sampah per hari.