Diduga Bawa Etomidate, WNA Italia Dideportasi Lewat Bandara YIA
WNA Italia berinisial PZ dideportasi melalui Bandara YIA setelah diperiksa BNNP DIY terkait temuan cairan yang diduga mengandung etomidate.
Ilustrasi pengunjung melihat berbagai produk kain tenun di salah satu stan pameran UMKM di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (2/10/2026)./Antara-Moch Asim/tom.\r\n
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar internasional. Sebanyak 60 pelaku UMKM mengikuti pelatihan pemasaran digital dan bisnis daring sebagai upaya mencetak eksportir baru dari Bumi Binangun.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Oktober 2026, tersebut membekali peserta dengan keterampilan pemasaran digital hingga pengetahuan dasar ekspor. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal agar tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu masuk ke rantai perdagangan internasional.
Pemkab Kulonprogo menilai peningkatan kapasitas pelaku usaha menjadi kebutuhan penting untuk mengoptimalkan potensi produk unggulan daerah. Dengan kemampuan bisnis dan pemasaran yang memadai, UMKM diharapkan dapat memasarkan produknya secara mandiri ke pasar yang lebih luas.
Bupati Kulonprogo, Agung Setiawan, mengatakan potensi infrastruktur daerah harus dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan ekspor. Keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA, konektivitas kereta api, serta akses logistik darat dinilai menjadi modal penting bagi pelaku usaha lokal.
"Jangan sampai produk berkualitas asal Kulonprogo justru di branding atau diekspor oleh pihak luar. Kita punya moda transportasi terlengkap, saatnya UMKM Kulonprogo bangkit, percaya diri, dan siap menjadi pemain utama di kancah internasional," katanya kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).
Menurut Agung, dukungan infrastruktur perlu diimbangi kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan pasar ekspor. Karena itu, UMKM perlu memperhatikan tiga fondasi utama, yakni kualitas produk, kuantitas pasokan, dan kontinuitas ketersediaan barang.
Ketiga aspek tersebut dinilai penting agar pelaku usaha dapat menjaga kepercayaan pembeli sekaligus memenuhi permintaan pasar internasional secara berkelanjutan.
UMKM Kulonprogo Disiapkan Ikuti Program Pendampingan Ekspor
Sebagai tindak lanjut pelatihan, Pemkab Kulonprogo bersama Kemendag menyiapkan Export Coaching Program (ECP). Program ini berupa pendampingan intensif selama delapan bulan untuk membimbing UMKM agar memiliki kesiapan menjadi eksportir.
Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kemendag, Abu Amar, menyatakan pihaknya siap mengawal proses pengembangan UMKM dari pasar lokal menuju pasar ekspor.
"Kami menerjunkan langsung para instruktur yang merupakan praktisi dan eksportir aktif. Peserta tidak hanya diajarkan teori, tetapi digembleng mempraktikkan pemasaran digital hingga teknik ekspor agar gawai mereka menjadi sarana efektif menghasilkan devisa," jelas Abu Amar.
Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memahami konsep perdagangan internasional, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan yang dibutuhkan untuk memasarkan produk ke luar negeri.
Keterlibatan praktisi dan eksportir aktif dalam pelatihan juga diharapkan memberikan gambaran mengenai praktik bisnis ekspor, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk menjangkau calon pembeli.
Pelatihan Digital Marketing Bekali 60 Pelaku UMKM
Ketua Tim Pelatihan SDM Jasa Perdagangan, Roni Tubiyanto, melaporkan kegiatan tersebut diikuti 60 peserta UMKM selama dua hari, yakni 20–21 Oktober 2026.
Pelatihan dibagi menjadi dua kelas utama. Kelas pertama berfokus pada pembuatan konten promosi yang dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Kulonprogo.
Sementara itu, kelas digital marketing diselenggarakan bersama Balai Pelatihan dan Pengembangan Komoditas Daerah (Bapokomda) DIY. Materi yang diberikan mencakup teknik penentuan harga ekspor, fotografi produk, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Berbagai materi tersebut diharapkan membantu peserta menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif, menampilkan produk secara menarik, serta memanfaatkan perangkat digital untuk memperluas jangkauan konsumen.
Dengan pelatihan dan rencana pendampingan selama delapan bulan, UMKM Kulonprogo diharapkan semakin siap menghadapi persaingan pasar global. Pemanfaatan infrastruktur logistik, penguatan kualitas produk, serta kemampuan pemasaran digital menjadi bagian dari upaya mendorong produk lokal bersaing di pasar internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WNA Italia berinisial PZ dideportasi melalui Bandara YIA setelah diperiksa BNNP DIY terkait temuan cairan yang diduga mengandung etomidate.
Polisi membongkar dua pabrik obat keras ilegal di Sukoharjo, menyita 7,86 juta tablet, 69,27 ton bahan baku, dan uang Rp9 miliar.
Slipknot, Ghost, Sleep Token, hingga Buckethead memakai topeng sebagai identitas panggung. Simak 11 musisi dengan penampilan paling unik.
Suporter Persija dilarang mendampingi tim di enam laga tandang. Persija didenda Rp90 juta, sedangkan panpel Persita dikenai denda Rp40 juta.
Persija unggul 2-0 atas Arema FC pada babak pertama. Alexander Jeremejeff mencetak dua gol, sedangkan Nadeo menggagalkan peluang Careca.
Fajar/Fikri dan Jonatan Christie tersingkir di babak awal French Open 2026. Ubed membuat kejutan, wakil Indonesia lain menjaga asa.