Sleman Usulkan Rp387 Miliar untuk Program Dalane Alus pada 2027

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Rabu, 21 Oktober 2026 18:27 WIB
Sleman Usulkan Rp387 Miliar untuk Program Dalane Alus pada 2027

Ilustrasi perbaikan jalan. Dokumen Kementerian PU

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengusulkan anggaran sekitar Rp387 miliar pada 2027 untuk melanjutkan program penanganan jalan Dalane Alus. Anggaran tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan yang mendukung ketahanan pangan dan destinasi pariwisata.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Sukarmin, mengatakan program Dalane Alus masih menjadi salah satu fokus pembangunan infrastruktur pada 2027.

“Infrastruktur 2027 dialokasikan untuk melanjutkan program dalan alus, mendukung program ketahanan pangan dan destinasi pariwisata,” terang Sukarmin saat dihubungi, Rabu (21/10/2026).

Adapun anggaran yang diusulkan untuk mendukung program tersebut mencapai ratusan miliar rupiah.

“Usulan kita sebesar kurang lebih Rp387 miliar,” tuturnya.

Kondisi Jalan Mantap di Sleman Baru 68,01%
Berdasarkan penjelasan Sukarmin pada Selasa (13/10/2026), kondisi jalan kabupaten di Sleman yang masuk kategori mantap pada 2025 mencapai 68,01%. Persentase tersebut terdiri dari jalan berkondisi baik sepanjang 209,04 kilometer atau 28,49% dan jalan berkondisi sedang sepanjang 289,90 kilometer atau 39,51%.

Sementara itu, jalan rusak ringan tercatat sepanjang 221,76 kilometer atau sekitar 30,23%. Adapun jalan rusak berat mencapai 12,97 kilometer atau 1,77%, sehingga total jalan dengan kondisi tidak mantap sebesar 31,99%.

"Untuk kondisi rusak ringan itu adalah sepanjang 221,76 kilometer atau sekitar 30,23%. Sedangkan untuk kondisi rusak berat sepanjang 12,97 kilometer atau 1,77%, sehingga kondisi tidak mantap sebesar 31,99%," terangnya.

Panjang jalan kabupaten di Sleman saat ini mencapai 733,67 kilometer yang terbagi dalam 371 ruas. Dari total tersebut, jalan beraspal mendominasi dengan panjang 705,22 kilometer atau 96,12%.

Jalan beton tercatat sepanjang 24,31 kilometer atau 3,31%. Sisanya terdiri dari jalan berpaving sepanjang 2,56 kilometer dan jalan berkerikil sepanjang 1,59 kilometer.

Anggaran Penanganan Jalan Dibutuhkan Rp1,1 Triliun
Anggaran bidang bina marga DPUPKP Sleman pada 2025 mencapai Rp42,6 miliar. Pada 2026, alokasi anggaran tersebut meningkat menjadi Rp108,8 miliar.

Meski anggaran meningkat, kebutuhan dana untuk menangani jalan hingga mencapai kondisi mantap diperkirakan mencapai Rp1,1 triliun. Sukarmin menyebut penyelesaian penanganan jalan akan membutuhkan waktu panjang apabila mengacu pada alokasi anggaran 2026.

"Kalau ini kita bagi berdasarkan anggaran tahun 2026, maka untuk mencapai kondisi mantap akan selesai kurang lebih 10 tahun," ujarnya.

Penanganan Jalan dan Jembatan pada 2025-2026
Dengan anggaran bidang bina marga sebesar Rp42,6 miliar pada 2025, DPUPKP Sleman merealisasikan peningkatan jalan sepanjang 3,159 kilometer. Rehabilitasi atau pemeliharaan berkala jalan mencapai 3,20 kilometer, sedangkan pemeliharaan rutin jalan dilakukan sepanjang 350 kilometer.

Pada tahun yang sama, kegiatan infrastruktur juga mencakup penggantian empat jembatan dan pemeliharaan rutin 50 jembatan.

Sementara itu, dengan alokasi anggaran bina marga sekitar Rp108 miliar pada 2026, peningkatan jalan ditargetkan sepanjang 12,8 kilometer. Pemeliharaan berkala jalan mencapai 14,65 kilometer, sedangkan pemeliharaan rutin dilakukan sepanjang 460 kilometer.

"Untuk penanganan di tahun 2026 dengan alokasi rupiah anggaran yang bina marga Sleman Rp108 miliar, peningkatan jalan itu sepanjang 12,8 kilometer, sedangkan untuk pemeliharaan rutin berkala sepanjang 14,65 kilometer, sedangkan untuk pemeliharaan rutin jalan sepanjang 460 kilometer," tandasnya.

Selain pekerjaan jalan, DPUPKP Sleman pada 2026 juga melakukan penggantian tiga jembatan dan 14 gorong-gorong. Pemeliharaan rutin jembatan dan gorong-gorong turut dilakukan dengan jumlah 50 buah.

Usulan anggaran Rp387 miliar untuk 2027 menjadi bagian dari rencana kelanjutan penanganan infrastruktur jalan di Sleman, terutama pada akses yang mendukung ketahanan pangan dan destinasi pariwisata.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online