Polisi Tangkap Demonstran di DPRD DIY, Massa Aksi Diserang Kelompok Tak Dikenal
Polda DIY mengamankan sejumlah demonstran saat aksi di DPRD DIY pada Selasa (20/10/2026). Polisi menyebut terjadi pelemparan batu dan petasan.
Ilustrasi, anak-anak mengikuti CKG dengan active case finding Tuberkulosis di Kelurahan Wirogunan, Rabu (26/8/2026)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi D DPRD Kota Jogja berupaya memastikan alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan tidak berkurang dalam penyusunan anggaran 2027. Selain mempertahankan anggaran kedua sektor tersebut, komisi juga mendorong peningkatan pembiayaan untuk mendukung kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja, Setyaji Hermawan, mengatakan pengawalan anggaran dilakukan agar layanan pendidikan dan kesehatan di Kota Jogja dapat terus ditingkatkan.
“Yang kami kawal, khususnya untuk pendidikan dan kesehatan, anggarannya jangan sampai dikurangi. Malah kami support supaya pendidikan dan kesehatan masyarakat Jogja bisa lebih baik lagi,” kata Setyaji ditemui di Pendopo Punakawan, Gunungketur, Kamis.
Komisi D Dorong Peningkatan Anggaran 2027
Setyaji menjelaskan, Komisi D selama ini memantau alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan yang dinilainya sudah cukup baik. Pihaknya juga berupaya mendukung penambahan anggaran untuk berbagai kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi mitra komisi.
Mengenai alokasi anggaran pada 2027, Setyaji berharap ada peningkatan dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, dia menyampaikan bahwa pembahasan anggaran masih berjalan dan belum menghasilkan keputusan final.
Pada Kamis (22/10/2026), DPRD Kota Jogja masih melanjutkan pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) bersama OPD mitra. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari proses penyusunan anggaran untuk tahun mendatang.
“Mudah-mudahan bisa naik,” katanya.
Pembiayaan BPJS dan Mutu Pendidikan Jadi Perhatian
Dalam bidang kesehatan, salah satu hal yang menjadi perhatian Komisi D adalah pembiayaan BPJS Kesehatan. Sementara itu, di sektor pendidikan, komisi menyoroti upaya peningkatan kualitas pembelajaran agar mutu pendidikan di Kota Jogja tetap terjaga.
Menurut Setyaji, pendidikan dan kesehatan merupakan dua sektor yang saling berkaitan. Karena itu, peningkatan mutu pendidikan perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan masyarakat.
Pengawalan terhadap anggaran kedua sektor tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan layanan publik sekaligus mendorong perbaikan kualitas pelayanan bagi warga.
RS Pratama Direncanakan Tambah Layanan Jantung dan HD
Selain mengawal alokasi anggaran, Komisi D DPRD Kota Jogja juga memperhatikan rencana penambahan fasilitas pelayanan kesehatan di RS Pratama pada tahun depan.
Fasilitas yang direncanakan meliputi layanan jantung serta hemodialisis (HD), yakni layanan cuci darah. Penambahan tersebut menjadi salah satu agenda yang tengah dikawal Komisi D.
“Di RS Pratama itu ada penambahan fasilitas untuk jantung dan juga penambahan untuk HD. Itu yang sedang kita kawal,” jelasnya.
Rencana penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Jogja.
Setyaji menegaskan, anggaran pendidikan dan kesehatan akan tetap menjadi perhatian Komisi D selama proses penyusunan APBD. Pihaknya berharap dukungan anggaran yang memadai dapat menjaga kualitas layanan publik sekaligus mendorong peningkatan mutu kedua sektor tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY mengamankan sejumlah demonstran saat aksi di DPRD DIY pada Selasa (20/10/2026). Polisi menyebut terjadi pelemparan batu dan petasan.
Menaker Yassierli menyebut pembahasan UMP 2027 akan melibatkan LKS Tripnas dan Depenas. KSPI mengusulkan kenaikan 7,5%-9,5%.
Sebanyak 1.240 santri di Sleman menggelar salat istisqa saat Hari Santri 2026. BAZNAS Sleman juga menyalurkan bantuan kepada 33 pesantren.
Bareskrim Polri menangkap empat orang dalam kasus dugaan judi online Boxkia.com. Penyidik menelusuri transaksi dan aliran dana situs tersebut.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra mewaspadai kolektivitas dan pertahanan Persik Kediri yang baru kebobolan tiga gol dalam lima laga.
DPRD Kota Jogja mengawal anggaran pendidikan dan kesehatan 2027 serta mendorong penambahan layanan jantung dan cuci darah di RS Pratama.