Sleman Usulkan Rp387 Miliar untuk Program Dalane Alus pada 2027
Pemkab Sleman mengusulkan Rp387 miliar pada 2027 untuk melanjutkan Dalane Alus, dengan prioritas jalan pendukung ketahanan pangan dan pariwisata.
Sebanyak 195 lanjut usia (lansia) di Sleman diwisuda dalam program Sekolah Lansia Standar 2 pada Oktober 2026./Istimewa -- Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman \r\n
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 195 lanjut usia (lansia) di Kabupaten Sleman mengikuti wisuda Sekolah Lansia Standar 2 pada Oktober 2026. Program ini menjadi bentuk apresiasi atas ketekunan peserta dalam belajar sekaligus upaya mendorong lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sleman melalui sambutan yang dibacakan Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas, Muhammad Daroji, mengatakan wisuda tersebut merupakan penghargaan atas semangat dan komitmen para lansia selama mengikuti pembelajaran.
Menurut Daroji, wisuda bukan sekadar seremoni penyerahan tanda kelulusan. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa kesempatan belajar, berkembang, dan berkarya tetap terbuka pada setiap tahap kehidupan.
Enam Sekolah Lansia di Sleman Wisuda 195 Peserta
Pada 2026, Sekolah Lansia Standar 2 diselenggarakan di enam kapanewon di Kabupaten Sleman. Sebanyak 195 peserta dari enam kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) telah diwisuda.
Berikut rincian peserta dari masing-masing sekolah lansia:
Pemerintah Kabupaten Sleman melalui DP3AP2KB terus mengembangkan program Sekolah Lansia sebagai sarana pembelajaran, pemberdayaan, dan peningkatan kapasitas kelompok lanjut usia. Program ini diharapkan membantu lansia menjalani kehidupan yang lebih sehat dan mandiri.
Sleman Miliki 19 Sekolah Lansia di 14 Kapanewon
Hingga 2026, Kabupaten Sleman telah memiliki 19 Sekolah Lansia yang tersebar di 14 kapanewon. Dari jumlah tersebut, 12 sekolah didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), empat sekolah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kemendukbangga/BKKBN, serta tiga sekolah lainnya dibentuk melalui kemitraan.
Mitra dalam pengembangan tiga sekolah tersebut meliputi Aisyiyah Cabang Sleman, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM), dan Yayasan Wredha Mulia.
"Hingga 2026 telah terbentuk 19 Sekolah Lansia yang tersebar di 14 kapanewon di Kabupaten Sleman. Sebanyak 12 sekolah didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), empat sekolah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kemendukbangga/BKKBN, sedangkan tiga sekolah lainnya terbentuk melalui kemitraan dengan Aisyiyah Cabang Sleman, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM), dan Yayasan Wredha Mulia," terang Daroji pada Rabu (21/10/2026).
Jumlah Lansia Sleman Capai 177.634 Jiwa
Peningkatan umur harapan hidup menjadi salah satu capaian pembangunan di Kabupaten Sleman. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), umur harapan hidup penduduk Sleman pada 2024 mencapai 73,64 tahun untuk laki-laki dan 77,25 tahun untuk perempuan.
Sementara itu, jumlah penduduk lansia di Sleman pada 2025 tercatat sebanyak 177.634 jiwa atau sekitar 16,7% dari total penduduk.
Angka tersebut menjadi perhatian Pemkab Sleman untuk memastikan peningkatan umur harapan hidup berjalan seiring dengan perbaikan kualitas hidup lansia. Pemerintah ingin para lansia dapat menjalani masa tua secara sehat, mandiri, aktif, produktif, bermartabat, dan bahagia.
Daroji mengatakan keberhasilan Sekolah Lansia tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Mereka antara lain Kemendukbangga/BKKBN, Yayasan Indonesia Ramah Lansia, pemerintah kapanewon dan kalurahan, penyuluh keluarga berencana (PKB), petugas lapangan keluarga berencana (PLKB), pengelola dan kader BKL, tenaga pendidik, pendamping, serta keluarga lansia.
Kolaborasi tersebut berperan penting dalam menjaga keberlanjutan program sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Pemkab Sleman Ingin Sekolah Lansia Hadir di Setiap Kalurahan
Melalui pengembangan Sekolah Lansia, Pemkab Sleman berupaya mewujudkan kabupaten yang ramah terhadap kelompok lanjut usia. Para lansia diharapkan tetap memiliki kesempatan untuk hidup sehat, mandiri, aktif, dihargai, dan berpartisipasi dalam pembangunan.
Dengan demikian, peningkatan umur harapan hidup tidak hanya mencerminkan bertambahnya usia, tetapi juga peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
"Ke depan, Pemkab Sleman berharap Sekolah Lansia dapat dikembangkan di setiap kalurahan agar semakin banyak lansia memperoleh akses pembelajaran dan pemberdayaan secara berkelanjutan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengusulkan Rp387 miliar pada 2027 untuk melanjutkan Dalane Alus, dengan prioritas jalan pendukung ketahanan pangan dan pariwisata.
Rupiah melemah 0,17% ke Rp18.022 per dolar AS setelah BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%
ESDM mengamankan penimbunan 400.000 liter solar subsidi di Semarang yang diduga akan dijual ke sektor industri, perkebunan, dan pertambangan.
Gunungketur mengalokasikan Dana Keistimewaan Rp120 juta untuk program PMT dengan melibatkan UMKM lokal demi penanganan stunting dan ekonomi warga
Motor Honda Beat milik guru di Ponorogo dibawa kabur setelah kecelakaan. Polisi menangkap terduga pelaku di Kabupaten Kediri.
Akhmad Khafidz Al Mubarok kini berhasil mewujudkan mimpinya menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.