Permintaan Pertalite di DIY Naik 7%, Stok BBM Diklaim Aman

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Jum'at, 23 Oktober 2026 14:37 WIB
Permintaan Pertalite di DIY Naik 7%, Stok BBM Diklaim Aman

Warga mengantre membeli bahan bakar minyak (BBM), di sebuah SPBU di Kota Jogja, Selasa (31/3/2026). - Harian Jogja/Maya Herawati

Harianjogja.com, SLEMAN—Kenaikan permintaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berdampak pada antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Meski permintaan meningkat sekitar 7% seiring peralihan konsumen dari Pertamax, Pertamina Patra Niaga memastikan persediaan BBM masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dan Pertamina. Keduanya memantau ketersediaan BBM sekaligus mengantisipasi antrean kendaraan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas, terutama di SPBU dengan akses terbatas.

Area Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah dan DIY, Taufiq Kurniawan, mengatakan peningkatan permintaan Pertalite turut memengaruhi pelayanan di sejumlah SPBU. Meski antrean terjadi, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar.

”Meskipun ada antrean, masyarakat tidak perlu khawatir. Tetap membeli sesuai kebutuhan karena barangnya pasti ada,” katanya dalam pemantauan ketersediaan BBM di SPBU Kentungan dan SPBU UTY, Kamis (22/10/2026).

Taufiq menjelaskan persediaan Pertalite saat ini berada pada level tujuh kali lipat konsumsi normal. Adapun stok Solar mencapai 14 kali lipat, LPG empat kali lipat, Pertamax 19 kali lipat, dan Pertamax Turbo 34 kali lipat.

Angka tersebut menggambarkan ketahanan persediaan berdasarkan konsumsi normal. Namun, Pertamina tetap memantau penyaluran dan kondisi di lapangan untuk memastikan kebutuhan konsumen terpenuhi.

SPBU Kentungan Jadi Perhatian

Pertamina bersama Pemkab Sleman akan memetakan SPBU yang berpotensi mengalami antrean panjang. Langkah ini ditujukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan sekaligus memperbaiki kelancaran pelayanan.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah SPBU Kentungan. SPBU tersebut memiliki keterbatasan luas area dan akses jalan yang relatif sempit sehingga antrean kendaraan perlu dikelola agar tidak meluas hingga mengganggu lalu lintas.

Sekretaris Daerah Sleman, Abu Bakar, memastikan ketersediaan BBM di wilayahnya masih aman dan terkendali. Menurutnya, Pertamina Patra Niaga terus memantau stok di sejumlah SPBU.

”InsyaAllah untuk Sleman, teman-teman dari Patra Niaga memantau persediaan stok BBM dan semuanya aman,” katanya.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, antrean kendaraan pada hari biasa relatif terkendali, yakni sekitar 10-15 sepeda motor. Pada siang hari, jumlah kendaraan yang mengantre berkisar lima hingga enam sepeda motor. Sementara itu, antrean cenderung lebih panjang pada akhir pekan.

Abu juga mengungkapkan antrean kendaraan pernah memanjang hingga tepi jalan di SPBU Boko sekitar dua pekan sebelumnya. Meski demikian, Pemkab Sleman menilai kondisi saat ini belum memerlukan penerapan sistem ganjil genap untuk pembelian BBM.

”Jika terdapat SPBU yang kehabisan stok, pasokan akan segera dikirim berdasarkan pantauan data Pertamina,” katanya.

Masyarakat Diminta Membeli Sesuai Kebutuhan

Pemkab Sleman dan Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Konsumen juga diminta tidak melakukan pembelian berulang untuk menjual kembali bahan bakar tersebut maupun melakukan pembelian berlebihan dan penimbunan.

Imbauan itu disampaikan untuk membantu menjaga kelancaran distribusi serta memastikan konsumen lain tetap memperoleh BBM sesuai kebutuhannya.

Di tengah meningkatnya permintaan Pertalite, pemantauan stok dan pengelolaan antrean menjadi dua hal yang perlu berjalan beriringan. Persediaan yang dinyatakan aman tetap perlu didukung pelayanan SPBU yang tertib agar antrean tidak menghambat aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas di sekitarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online