Progres Pembangunan RTH ABA Jogja Tembus 40%, Ini Target Rampungnya

Anisatul Umah
Anisatul Umah Jum'at, 23 Oktober 2026 15:47 WIB
Progres Pembangunan RTH ABA Jogja Tembus 40%, Ini Target Rampungnya

Ruang terbuka hijau yang berada di bundaran di sisi timur eks Tempat Khusus Parkir Abu Bakar Ali./Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan eks Parkir Abu Bakar Ali (ABA), Jogja, telah mencapai progres lebih dari 40%. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY menargetkan proyek tersebut rampung sesuai kontrak pada 22 Desember 2026, dengan percepatan pekerjaan fisik menjadi prioritas dalam sisa waktu pembangunan.

Kepala DLHK DIY, Kusno Wibowo, mengatakan pembangunan RTH Abu Bakar Ali telah berjalan selama kurang lebih delapan minggu. Sisa waktu sekitar dua bulan akan dimanfaatkan untuk mempercepat pengerjaan agar seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal tanpa kendala.

"Kemajuannya sudah lebih dari 40%, dengan harapan karena untuk kontraknya itu sampai tanggal 22 Desember 2026 ini," ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Pembangunan Toilet dan Jogging Track Jadi Fokus
DLHK DIY saat ini memprioritaskan pekerjaan fisik di kawasan RTH Abu Bakar Ali, mulai dari penataan area hingga pembangunan fasilitas pendukung. Langkah tersebut dilakukan agar ketika musim hujan tiba, pekerjaan dapat lebih difokuskan pada penanaman dan perawatan tanaman, termasuk tanaman berbunga.

Kusno mengatakan pembangunan sejumlah fasilitas sudah mulai berjalan, termasuk toilet. Bangunan di kawasan RTH Abu Bakar Ali pada dasarnya hanya berupa toilet, sedangkan fasilitas lainnya berupa jogging track.

"Ini juga sudah dimulai untuk pembangunan dari toiletnya dan sebagainya," jelasnya.

Selain toilet, bangunan kecil kemungkinan hanya ditambahkan untuk kebutuhan teknis, seperti tempat genset. Fasilitas tersebut direncanakan berada di bagian belakang atau sisi timur kawasan RTH Abu Bakar Ali.

RTH Abu Bakar Ali Dibagi Menjadi Tiga Zona
Penataan RTH Abu Bakar Ali dirancang dengan membagi kawasan menjadi tiga zona yang memiliki karakter vegetasi berbeda. Pembagian ini mencakup area tanaman berbunga, ruang dengan dominasi tanaman hijau, serta kawasan yang menyerupai hutan kota.

Pada bagian depan atau sisi barat, kawasan akan ditanami berbagai jenis tanaman berbunga. Sementara itu, bagian tengah akan ditata dengan tanaman hijau dan sisi timur dikembangkan menjadi area menyerupai hutan kota yang ditumbuhi tanaman keras.

Kusno juga menjelaskan adanya penyesuaian konsep gerbang masuk RTH Abu Bakar Ali. Jika dalam konsep awal gerbang dirancang agak serong menghadap Malioboro atau Jalan Malioboro, kini arahnya diubah menjadi lurus ke barat berdasarkan masukan yang diterima.

"Gerbang masuknya ini nanti lurus menghadap ke barat. Kalau dulu konsep awal kan agak serong, menghadap Malioboro ataupun jalan Malioboro. Tetapi ini kemarin ada masukan untuk lurus menghadap ke barat," lanjutnya.

Sekda DIY Dorong Pembangunan Selesai Sebelum Tahun Baru
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan pembangunan RTH Abu Bakar Ali perlu terus didorong agar selesai sesuai jadwal kontrak pada 22 Desember 2026. Percepatan diperlukan karena masih terdapat sejumlah pekerjaan yang belum rampung.

Pekerjaan tersebut meliputi penanaman tanaman perdu, penanaman beberapa pohon besar, serta pembangunan jogging track. Seluruh pekerjaan itu perlu segera diselesaikan agar target penyelesaian pembangunan RTH Abu Bakar Ali dapat tercapai.

Ni Made berharap pengerjaan tidak hanya selesai sesuai tenggat, tetapi juga memungkinkan adanya percepatan. Dengan demikian, kawasan tersebut diharapkan sudah selesai dibangun menjelang libur Tahun Baru.

"Harus [rampung 22 Desember] kan begitu kan, karena itu kan target ya, yang harus segera. Kalau bisa agak maju, ada percepatan supaya seragam semua sama. Sehingga kalau libur tahun baru ini ya sudah selesai," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online