Minta Hujan, 1.240 Santri Sleman Gelar Salat Istisqa
Sebanyak 1.240 santri di Sleman menggelar salat istisqa saat Hari Santri 2026. BAZNAS Sleman juga menyalurkan bantuan kepada 33 pesantren.
Foto ilustrasi perbaikan jalan. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Jalan Krikilan–Serut di Kapanewon Berbah, Sleman, akhirnya diperbaiki setelah mengalami kerusakan selama lebih dari 20 tahun. Anggota DPRD Sleman, Wanto, berkomitmen mengawal aspirasi warga agar pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut sesuai kebutuhan masyarakat.
Perbaikan ruas jalan yang menghubungkan Perempatan Kopral Samyo, Krikilan, hingga Dusun Serut, Kalurahan Tegaltirto, itu mendapat apresiasi dari masyarakat. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung mobilitas warga menuju Jalan Solo, Kalasan, Kota Jogja, hingga pusat pemerintahan Kabupaten Sleman.
Wanto, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sleman yang juga merupakan warga Berbah, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman yang telah merealisasikan perbaikan jalan tersebut.
Dia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sleman Harda Kiswaya beserta jajaran pemerintah daerah atas pembangunan infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat.
“Semua itu untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Berbah,” katanya pada peresmian jalan tersebut, Selasa (20/10/2026).
DPRD Sleman Kawal Aspirasi Warga Berbah
Wanto menegaskan akan terus mendukung dan mengawal aspirasi masyarakat agar pembangunan di Kapanewon Berbah dapat berjalan sesuai kebutuhan warga. Dia berharap pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah daerah memberikan manfaat nyata bagi aktivitas masyarakat.
Menurut Wanto, perbaikan Jalan Krikilan–Serut menjadi salah satu perhatian karena warga setempat telah berulang kali menyampaikan usulan perbaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kalurahan.
Aspirasi tersebut menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur jalan yang layak. Setelah mengalami kerusakan selama lebih dari dua dekade, perbaikan jalan itu akhirnya dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah.
Jalan Rusak Dua Dekade Hambat Mobilitas Warga
Ketua Panitia Syukuran dan Peresmian, Wiyono, mengatakan kerusakan jalan selama lebih dari 20 tahun telah menjadi persoalan bagi masyarakat setempat.
Menurut dia, Jalan Krikilan–Serut mempunyai peran penting dalam menunjang mobilitas warga. Ruas tersebut menjadi penghubung bagi masyarakat yang hendak menuju Jalan Solo, Kalasan, Kota Jogja, serta pusat pemerintahan Kabupaten Sleman.
“Namun, baru saat ini pembangunan dan pengaspalan ruas jalan tersebut dapat terlaksana,” katanya.
Perbaikan dan pengaspalan jalan tersebut menjadi realisasi atas kebutuhan infrastruktur yang telah lama disampaikan masyarakat. Keberadaan jalan yang lebih baik diharapkan mendukung kelancaran aktivitas warga di wilayah Berbah dan sekitarnya.
Pemkab Sleman Perbaiki Jalan Secara Bertahap
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sleman dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan pemerataan antarwilayah.
Menurut Harda, pemerintah daerah berkomitmen memperbaiki ruas jalan secara berkelanjutan sekaligus memastikan keterhubungan antarwilayah.
“Pemkab Sleman berkomitmen memperbaiki ruas jalan secara bertahap, tetapi tetap merata, sebagai realisasi slogan Sleman Dalane Alus, Dalane Padang serta untuk memastikan keterhubungan antarwilayah,” katanya.
Harda juga mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Pengawasan tersebut diperlukan agar penggunaan anggaran tepat sasaran, sesuai prioritas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dia berharap perbaikan Jalan Krikilan–Serut dapat berjalan lancar. Dengan terealisasinya pembangunan tersebut, kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang lebih baik diharapkan dapat terpenuhi sekaligus mendukung keterhubungan wilayah di Kabupaten Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 1.240 santri di Sleman menggelar salat istisqa saat Hari Santri 2026. BAZNAS Sleman juga menyalurkan bantuan kepada 33 pesantren.
Karang Taruna Kulonprogo mendorong pemberdayaan pemuda hingga tingkat RT/RW melalui pelatihan, akses usaha, pendampingan UMKM, dan kolaborasi pemerintah.
Agrinas Palma Nusantara menggandeng Smart Batik Indonesia di Sleman untuk mengembangkan batik berbahan turunan kelapa sawit yang lebih ramah lingkungan.
Pemerintah menyiapkan insentif 2027 berupa magang nasional 150.000 peserta, pelatihan vokasi, PPh DTP pekerja, dan fasilitas perumahan.
DPRD Bantul bersama Disdikpora dan BKPSDM mengkaji ulang penempatan guru. Pendataan kebutuhan tenaga pendidik direncanakan mulai tahun depan.
Bahlil Lahadalia mengkaji penambahan kuota Pertalite pada akhir Oktober 2026 menyusul lonjakan konsumsi akibat peralihan dari BBM nonsubsidi.