Polisi Tangkap Demonstran di DPRD DIY, Massa Aksi Diserang Kelompok Tak Dikenal
Polda DIY mengamankan sejumlah demonstran saat aksi di DPRD DIY pada Selasa (20/10/2026). Polisi menyebut terjadi pelemparan batu dan petasan.
Ilustrasi fasilitas IPAL./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengalokasikan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk pengembangan sanitasi permukiman, termasuk penyambungan rumah ke jaringan pengolahan limbah di IPAL Sewon dan pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal. Dengan anggaran tersebut, Pemkot Jogja menargetkan sekitar 600 kepala keluarga (KK) memperoleh layanan sanitasi aman setiap tahun.
Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Jogja, Sigit Setiawan, menjelaskan pengembangan layanan dilakukan melalui dua skema. Keduanya disesuaikan dengan kondisi permukiman dan ketersediaan akses ke jaringan pengolahan limbah.
Layanan melalui jaringan IPAL Sewon menjangkau wilayah Tegalrejo, Gedongkiwo, dan Wirobrajan. Untuk tiga paket pekerjaan penyambungan rumah tersebut, anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp4 miliar.
Sementara itu, pembangunan IPAL komunal dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain Kota Baru, Pandean, Bener, dan Pakuncen. Fasilitas ini menjadi alternatif bagi kawasan yang belum dapat terhubung dengan jaringan pengolahan limbah di Sewon.
Anggaran IPAL Komunal Rp250 Juta-Rp300 Juta per Lokasi
Sigit mengatakan kebutuhan anggaran pembangunan IPAL komunal bergantung pada kondisi masing-masing lokasi, terutama jarak rumah warga dan kebutuhan jaringan perpipaan. Rata-rata anggaran yang dibutuhkan untuk setiap lokasi berkisar Rp250 juta hingga Rp300 juta.
“Anggaran untuk IPAL komunal rata-rata sekitar Rp250 juta sampai Rp300 juta per lokasi, tergantung jarak rumah warga dan kebutuhan perpipaannya,” kata Sigit dihubungi, Jumat (23/10/2026).
Kapasitas IPAL komunal di sejumlah lokasi tersebut berkisar 50 hingga 100 jiwa. Dari sisi progres pembangunan, fasilitas di Pandean dan Bener telah selesai dikerjakan.
Adapun pembangunan IPAL komunal di Kota Baru masih dalam tahap penyiapan, sedangkan pekerjaan di Pakuncen baru akan dilaksanakan. Perbedaan progres tersebut menunjukkan pengembangan fasilitas sanitasi masih berlangsung di beberapa kawasan Kota Jogja.
Target 600 KK Terlayani Sanitasi Aman Setiap Tahun
Pemkot Jogja menargetkan sekitar 400 sambungan rumah (SR) terhubung ke jaringan IPAL Sewon setiap tahun. Target tersebut disusun berdasarkan kondisi anggaran yang tersedia saat ini.
Selain sambungan ke jaringan Sewon, pemerintah kota menargetkan sekitar 200 SR memperoleh layanan melalui IPAL komunal. Jika kedua skema tersebut berjalan sesuai target, total layanan sanitasi aman yang dituju mencapai sekitar 600 KK setiap tahun.
“Pemkot Jogja juga masih menyusun master plan untuk memetakan potensi kebutuhan sanitasi di seluruh wilayah kota,” katanya.
Penyusunan master plan tersebut menjadi bagian dari upaya memetakan kebutuhan sanitasi di seluruh wilayah Kota Jogja. Dengan pemetaan itu, pengembangan jaringan dan fasilitas pengolahan limbah dapat disesuaikan dengan kebutuhan permukiman.
Penataan Kawasan Sungai Diperlukan untuk Percepatan IPAL
Selain pembangunan fasilitas dan jaringan perpipaan, percepatan pengembangan IPAL komunal juga membutuhkan penataan kawasan di sepanjang sungai. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempercepat pembukaan jalan inspeksi selebar tiga meter agar tersedia akses sekaligus ruang untuk pembangunan fasilitas sanitasi.
Penataan kawasan tersebut diharapkan membantu mengatasi persoalan limbah rumah tangga yang masih dialirkan langsung ke sungai. Sebagian permukiman yang belum terlayani sistem sanitasi masih mengandalkan pembuangan limbah ke sungai atau menggunakan tangki septik.
Sigit menilai penggunaan tangki septik di kawasan perkotaan yang padat perlu mendapat perhatian. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko pencemaran sumber air di lingkungan sekitar apabila pengelolaan sanitasi tidak memadai.
Karena itu, pengembangan jaringan IPAL Sewon dan pembangunan IPAL komunal menjadi dua bagian dari upaya memperluas layanan pengolahan limbah rumah tangga di Kota Jogja.
Anggaran Sanitasi Tahun Depan Diperkirakan Serupa
Untuk tahun berikutnya, anggaran pengembangan sanitasi Pemkot Jogja diperkirakan masih berada pada kisaran yang hampir sama dengan tahun berjalan. Meski demikian, angka pasti anggaran tersebut belum dapat dipastikan.
Dengan alokasi sekitar Rp8 miliar pada tahun berjalan, pengembangan sanitasi mencakup penyambungan rumah ke jaringan IPAL Sewon, pembangunan fasilitas komunal, serta penyiapan kebutuhan infrastruktur pendukung. Target tahunan tetap diarahkan pada perluasan layanan sanitasi aman bagi sekitar 600 KK melalui dua skema tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY mengamankan sejumlah demonstran saat aksi di DPRD DIY pada Selasa (20/10/2026). Polisi menyebut terjadi pelemparan batu dan petasan.
Gerakan Pangan Murah Bantul menjual beras premium Rp14.000 per kg dan telur Rp22.000 per kg untuk membantu menjaga daya beli masyarakat.
DPRD Kulonprogo mendorong penguatan pertanian, UMKM, dan usaha lokal agar infrastruktur strategis di Temon berdampak pada ekonomi warga.
DPRD Sleman mengawal aspirasi warga Berbah setelah Jalan Krikilan-Serut diperbaiki usai rusak lebih dari 20 tahun.
Dry ice digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera Selatan untuk membantu mengurangi kabut asap karhutla. Simak cara kerja dan perbedaannya dengan gar
KPK menyita empat mobil terkait dugaan korupsi dana siap pakai BNPB, termasuk BMW, AION, dan BYD Atto 3 Superior.