Pelayanan Adminduk Kulonprogo Belum Maksimal, DPRD Temukan Kendala Teknis
Komisi I DPRD Kulonprogo menemukan kendala pelayanan adminduk di Samigaluh, mulai dari minimnya anggaran hingga keterbatasan petugas dan sarana.
Suasana Pantai Glagah Kulonprogo. Destinasi unggulan di Bumi Binangun ini telah menetapkan pembayaran retribusi masuk secara digital/Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kulonprogo menargetkan perluasan sistem pembayaran retribusi digital ke sejumlah destinasi wisata, tidak hanya Pantai Glagah. Setelah melewati masa uji coba, pembayaran nontunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pantai Glagah, Temon, kini resmi diberlakukan secara permanen.
Kepala Dispar Kulonprogo Sutarman mengatakan digitalisasi retribusi bertujuan memudahkan wisatawan sekaligus meningkatkan kenyamanan saat memasuki destinasi wisata. Sebelum diterapkan secara penuh, Dispar telah menyiapkan petugas tiket melalui kegiatan pengumpulan dan pelatihan agar mereka dapat mengoperasikan sistem pembayaran tersebut.
"Petugas tiket sudah kita kumpulkan, kemudian kita latih. Mereka juga sudah mencoba langsung, sehingga dalam pelaksanaannya memang ada satu-dua kendala, tetapi secara umum sekarang sudah bisa semua menggunakan," ujar Sutarman kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).
Menurut Sutarman, penerapan sistem digital juga memberikan keunggulan dari sisi transparansi. Melalui jejak digital, aktivitas transaksi dan penggunaan tiket oleh petugas dapat dipantau secara lebih akurat.
Uji Coba Retribusi Digital Berlangsung Lancar
Dispar Kulonprogo telah menjalankan uji coba sistem pembayaran digital selama 15 hari. Secara operasional, pelaksanaan uji coba tersebut berjalan lancar meskipun masih ditemukan satu atau dua kendala pada tahap awal penerapan.
Namun, dampak terhadap peningkatan penerimaan retribusi dan pendapatan asli daerah (PAD) belum terlihat secara signifikan. Sutarman menjelaskan, periode uji coba berlangsung pada bulan-bulan dengan tingkat kunjungan wisata yang relatif normal, bukan saat libur panjang.
"Kalau dari sisi evaluasinya semuanya lancar. Namun, kalau dari peningkatan pendapatan dan seterusnya, memang belum bisa kami bandingkan karena masih berada di bulan-bulan biasa," jelasnya.
Karena itu, evaluasi penerapan sistem digital belum dapat digunakan untuk membandingkan peningkatan pendapatan secara menyeluruh. Dispar masih perlu melihat pelaksanaannya dalam periode kunjungan yang berbeda, termasuk ketika jumlah wisatawan meningkat pada musim liburan.
Retribusi Digital Ditargetkan Menjangkau Waduk Sermo
Setelah uji coba di sejumlah titik, termasuk kawasan Pantai Glagah, Dispar Kulonprogo berupaya memperluas penggunaan pembayaran digital ke destinasi wisata lainnya. Salah satu lokasi yang masuk dalam target perluasan adalah Kawasan Waduk Sermo.
Sebagai bagian dari persiapan pengembangan layanan, Dispar Kulonprogo berencana menambah jam pelayanan operasional loket hingga pukul 21.00 WIB. Penambahan jam layanan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 November mendatang.
Selain memperpanjang waktu pelayanan, pengelola juga memperoleh dukungan penambahan perangkat mesin pembayaran dari pihak vendor yang bekerja sama dengan Bank BPD. Penambahan perangkat tersebut ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung saat musim liburan maupun hari besar.
Dukungan perangkat pembayaran dinilai penting agar penerapan retribusi digital dapat berjalan seiring dengan kebutuhan pelayanan wisatawan. Dengan demikian, proses pembayaran di loket diharapkan tetap lancar ketika jumlah pengunjung meningkat.
Sementara itu, Ketua Desa Wisata Glagah Bayu Puspo berharap jumlah perangkat yang digunakan untuk penarikan retribusi digital dapat ditambah. Ia menyoroti kebutuhan mesin mobile point of sale (MPOS) untuk mendukung kelancaran pelayanan di pintu masuk destinasi wisata.
"Supaya antrean wisatawan saat masuk tidak panjang dan lama," jelasnya.
Perluasan pembayaran digital menjadi langkah Dispar Kulonprogo untuk mengembangkan layanan retribusi di destinasi wisata. Selain memudahkan transaksi bagi pengunjung, sistem ini juga menyediakan rekam data digital yang dapat digunakan untuk memantau transaksi dan penggunaan tiket secara lebih transparan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi I DPRD Kulonprogo menemukan kendala pelayanan adminduk di Samigaluh, mulai dari minimnya anggaran hingga keterbatasan petugas dan sarana.
PSIM Jogja menghadapi Isenmulang tanpa Ze Valente akibat kartu merah. Laskar Mataram berupaya bangkit setelah lima kekalahan beruntun.
Luhut mengusulkan penyesuaian definisi korupsi merujuk UNCAC. KPK menolak penghapusan total unsur kerugian negara dan membuka opsi delik pemberatan.
PDAM Tirta Handayani Gunungkidul mengeksplorasi sungai bawah tanah Ngobaran dengan target debit 40 liter per detik untuk Saptosari dan Panggang.
Agrinas Palma Nusantara memberikan beasiswa kepada 25 anak Papua Selatan untuk mengikuti pendidikan perkebunan sawit selama tiga tahun.
Dispar Kulonprogo memberlakukan permanen retribusi QRIS di Pantai Glagah dan menargetkan perluasan ke destinasi lain, termasuk Waduk Sermo.