Jadwal Bus DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja, Cek Jam dan Tarifnya
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Senin 19 Oktober 2026 tersedia untuk lima tujuan. Simak jam keberangkatan dan tarif bus Rp80.000 per penumpang.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja, Eko Suwanto (tengah) bersama jajaran pengurus DPC PDIP Kota Jogja saat menyampaikan keterangan pers./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—DPC PDI Perjuangan Kota Jogja memperkuat kaderisasi berjenjang untuk melahirkan kader berjiwa Pancasilais yang berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Kegiatan yang dipusatkan di Wisma Eden, Kaliurang, tersebut menjadi bagian dari upaya partai mencetak kader yang mampu melayani masyarakat, memberdayakan warga, dan memperjuangkan hak-hak rakyat.
Di tengah dinamika politik, PDI Perjuangan menegaskan tetap menjalankan fungsi kaderisasi sebagai bagian dari penguatan organisasi. Pendidikan politik ini diarahkan untuk membangun karakter kader sekaligus menumbuhkan semangat perjuangan yang berlandaskan Pancasila.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja, Eko Suwanto, mengatakan rangkaian kegiatan di Kaliurang juga dilengkapi dengan aktivitas outbound. Kegiatan tersebut dirancang untuk mempererat hubungan antarkader dan memperkuat semangat gotong royong.
"Untuk mempererat kebersamaan, rangkaian acara di Kaliurang ini juga diisi dengan kegiatan outbound yang dirancang khusus guna membangun emotional bonding serta memperkokoh semangat gotong royong di antara para kader," kata Eko Suwanto, Jumat, 23/10/2026
Kaderisasi tersebut diikuti 64 peserta dengan sistem pendidikan berjenjang, mulai dari tingkat pratama, madya, hingga utama. Sebagian besar peserta merupakan generasi muda yang dipersiapkan untuk mengambil peran dalam penguatan organisasi dan perjuangan partai.
"Sebagian besar peserta adalah generasi muda. Namun demikian, sebagai bagian dari penguatan struktur dan regenerasi, partai juga menyiapkan kursus kader khusus bagi generasi muda serta program pendidikan politik bagi perempuan", ujar Eko Suwanto
Materi Kaderisasi Tekankan Ideologi dan Sejarah Perjuangan
Materi pendidikan mencakup penanaman ideologi agar kader memahami sekaligus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta juga dibekali wawasan sejarah perjuangan melawan rezim Soeharto.
Selain itu, pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi salah satu materi yang diberikan kepada kader muda. Penguasaan teknologi tersebut diarahkan untuk mendukung upaya pembelaan hak-hak rakyat.
"Selain itu, para kader muda turut dibekali wawasan sejarah mengenai perjuangan melawan rezim Soeharto serta pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk kepentingan pembelaan hak-hak rakyat," kata Eko Suwanto.
Kegiatan kaderisasi dibuka secara resmi oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat. Acara tersebut juga menghadirkan akademisi dan praktisi, serta menggelar sesi diskusi bersama Ganjar Pranowo yang berbagi pengalaman mengenai strategi melayani dan melindungi masyarakat.
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja turut hadir bersama jajaran struktur partai. Kehadiran para tokoh tersebut melengkapi rangkaian kegiatan yang berfokus pada pendidikan ideologi, penguatan organisasi, dan pembentukan karakter kader.
Kader Diminta Aktif Menyerap Aspirasi Warga
Eko Suwanto menekankan tiga aspek utama dalam pembinaan kader, yakni penguatan ideologi dan kedisiplinan. Disiplin yang dimaksud mencakup cara berpikir, perilaku, cara berbicara, berkomunikasi, hingga bertindak.
Menurut Eko, kader di tingkat ranting dan wilayah juga memiliki tanggung jawab untuk mendengarkan serta mencatat aspirasi masyarakat secara terperinci. Pendataan yang dilakukan mencakup kelompok masyarakat, mulai dari ibu hamil dan balita hingga warga lanjut usia atau lansia.
"Para ketua ranting dan kader di tingkat wilayah kini memiliki kewajiban untuk aktif mendengarkan serta merekam aspirasi masyarakat secara mendetail—mulai dari pendataan ibu hamil, balita, hingga lansia. Hal ini diselaraskan dengan pemanfaatan alokasi anggaran sebesar Rp120 juta per kelurahan agar program penanganan masalah kerakyatan, seperti stunting, dapat berjalan optimal demi memenangkan hati rakyat," kata Eko Suwanto
Pendekatan tersebut menempatkan penyerapan aspirasi sebagai bagian dari kerja kader di tengah masyarakat. Data dan masukan warga diharapkan menjadi perhatian dalam mendorong penanganan persoalan kerakyatan, termasuk stunting, dengan memanfaatkan alokasi anggaran sebesar Rp120 juta per kelurahan sebagaimana disampaikan Eko.
Semangat mengikuti pendidikan politik juga disampaikan kader muda Muhammad Ihsan, perwakilan kader dari Ranting Warungboto. Ia menyatakan kesiapan bersama rekan-rekan pemuda untuk mengikuti seluruh rangkaian kaderisasi hingga selesai.
"Kami siap ikuti pelaksaan kaderisasi agar ke depan mampu jadi kader pejuang yang militan," kata Ihsan.
Melalui kaderisasi berjenjang ini, DPC PDI Perjuangan Kota Jogja menegaskan upaya membangun kader yang memahami ideologi partai, disiplin dalam bertindak, serta mampu terlibat langsung dalam menyerap aspirasi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Senin 19 Oktober 2026 tersedia untuk lima tujuan. Simak jam keberangkatan dan tarif bus Rp80.000 per penumpang.
Gerakan Pangan Murah Bantul menjual beras premium Rp14.000 per kg dan telur Rp22.000 per kg untuk membantu menjaga daya beli masyarakat.
DPRD Kulonprogo mendorong penguatan pertanian, UMKM, dan usaha lokal agar infrastruktur strategis di Temon berdampak pada ekonomi warga.
DPRD Sleman mengawal aspirasi warga Berbah setelah Jalan Krikilan-Serut diperbaiki usai rusak lebih dari 20 tahun.
Dry ice digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca di Sumatera Selatan untuk membantu mengurangi kabut asap karhutla. Simak cara kerja dan perbedaannya dengan gar
KPK menyita empat mobil terkait dugaan korupsi dana siap pakai BNPB, termasuk BMW, AION, dan BYD Atto 3 Superior.