Gunungkidul Evaluasi Wisata Sepi, Embung Sriten Disiapkan untuk Camping
Bupati Gunungkidul meminta destinasi wisata yang sepi dievaluasi, mulai dari Embung Sriten hingga pantai dan gua, sesuai potensi kawasan.
Karang Taruna Nasional saat mengunjungi dan melepas bibit ikan di sumber mata air Padukuhan Dukuh, Kalurahan Guwosari, Pajangan, Bantul, Sabtu (24/10/2026). / Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Keberadaan dua mata air di Padukuhan Dukuh, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Bantul, menjadi perhatian Karang Taruna Nasional dalam upaya menjaga ketersediaan air bagi masyarakat. Sendang Santen dan Sendang Ayu selama bertahun-tahun dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan masih mengalir meskipun wilayah sekitarnya menghadapi musim kemarau.
Karang Taruna Nasional mendorong kadernya memetakan sumber-sumber air yang masih tersedia, kemudian melakukan restorasi dan konservasi agar keberadaannya tetap terjaga. Upaya ini menjadi salah satu fokus organisasi kepemudaan tersebut dalam menghadapi persoalan kekeringan dan mempertahankan sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Ketua Umum Karang Taruna Nasional, Budisatrio Djiwandono, mengatakan restorasi sumber air menjadi salah satu fokus perjuangan organisasi ke depan. Program tersebut juga menjadi bagian dari Bulan Bakti Nasional Karang Taruna untuk memperingati hari lahir ke-66 organisasi itu pada 26 September 2026.
Budi menyebut salah satu inisiatif restorasi mata air di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta telah dilakukan oleh kader Karang Taruna bersama masyarakat di Padukuhan Dukuh, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Bantul. Sumber air di wilayah tersebut telah lama digunakan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Kami ke depan ingin memetakan sumber-sumber air yang ada, kemudian sebisa mungkin merestorasi, menjaga, dan mengonservasinya supaya bisa dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat,” kata Budi saat mengunjungi Padukuhan Dukuh, Kalurahan Guwosari, Pajangan, Bantul, Sabtu (24/10/2026).
Ketua RT 06 Dukuh, Ngadiran, menjelaskan wilayahnya memiliki dua sumber mata air, yakni Sendang Santen dan Sendang Ayu. Kedua sendang tersebut memiliki riwayat keberadaan yang berbeda.
Sendang Santen diketahui muncul sejak gempa bumi 2006, sedangkan Sendang Ayu telah ada jauh sebelum peristiwa tersebut. Selama bertahun-tahun, warga setempat memanfaatkan kedua sumber air itu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Untuk mencuci, mandi, dan kebutuhan sehari-hari warga. Ada sekitar 35 kepala keluarga rutin memanfaatkan sumber air ini,” ujar Ngadiran.
Pemanfaatan kedua sendang tersebut menunjukkan peran sumber air dalam mendukung aktivitas warga. Ketersediaan air yang tetap mengalir saat musim kemarau juga menjadi alasan keberadaannya perlu dijaga agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.
Ngadiran mengatakan kedua sumber mata air itu tetap mengalir meskipun wilayah sekitarnya mengalami musim kemarau. Kondisi tersebut membuat Sendang Santen dan Sendang Ayu masih memiliki potensi untuk dipertahankan dan dikembangkan.
Budi menilai sumber air memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat, terutama ketika sejumlah wilayah menghadapi persoalan kekeringan. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ketersediaan sumber air juga menjadi salah satu faktor penentu dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
"Sumber air yang telah lama dimanfaatkan masyarakat perlu dijaga dengan mengedepankan kearifan lokal," jelasnya.
Menurut Ngadiran, sebagian warga kini telah memiliki sumur dan fasilitas sanitasi sendiri. Meski demikian, ia berharap sumber mata air di wilayahnya dapat ditata dengan lebih baik sehingga keberadaannya tetap bermanfaat bagi masyarakat.
“Kalau ada program dari pemerintah, warga mengikuti. Yang penting sumber air ini dijaga bersama,” pungkasnya.
Upaya restorasi dan konservasi yang didorong Karang Taruna Nasional tersebut mencakup pemetaan sumber air yang masih tersedia serta pemeliharaan keberlanjutannya. Di Padukuhan Dukuh, keberadaan Sendang Santen dan Sendang Ayu menjadi bagian dari upaya menjaga sumber air yang selama ini dimanfaatkan warga, termasuk sekitar 35 kepala keluarga yang rutin menggunakannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul meminta destinasi wisata yang sepi dievaluasi, mulai dari Embung Sriten hingga pantai dan gua, sesuai potensi kawasan.
Hujan kembali mengguyur Bantul setelah kemarau panjang, tetapi BPBD masih menyalurkan air bersih karena sumur warga belum pulih.
Lazio membidik kemenangan keempat beruntun saat menjamu Parma di Serie A. Gattuso mengincar puncak, sedangkan Gilardino memburu poin.
Monako menempati peringkat pertama Nomad Lifestyle Index 2026 dengan skor 73,89, mengungguli Andorra dan Uni Emirat Arab.
Jisoo BLACKPINK merilis teaser ADDICTED. Single digital terbaru ini dijadwalkan meluncur pada 30 Oktober 2026.
Karang Taruna Nasional mendorong restorasi mata air di Bantul untuk menjaga ketersediaan air dan mendukung kebutuhan masyarakat saat kemarau.