Gunungkidul Masuki Pancaroba, Angin Kencang Mulai Mengancam

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 25 Oktober 2026 16:57 WIB
Gunungkidul Masuki Pancaroba, Angin Kencang Mulai Mengancam

Hujan dengan intensitas ringan tidak menghalangi aktivitas warga di Kalurahan Mertelu, Gedangsari untuk membawa pakan ternak yang dimiliki, Sabtu (24/10). Harian Jogja/David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Gunungkidul diminta mewaspadai potensi angin kencang seiring masuknya masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Hujan ringan yang mengguyur sejumlah wilayah pada Sabtu (24/10/2026) menjadi salah satu penanda perubahan kondisi cuaca tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan hujan turun di sejumlah kapanewon, antara lain Semin, Karangmojo, Ngawen, Nglipar, Gedangsari, Patuk, dan Playen.

“Hujan yang turun dengan intensitas ringan,” kata Purwono, Minggu (25/10/2026).

Meski hujan mulai turun, Gunungkidul belum memasuki musim penghujan. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan di wilayah tersebut diprediksi mulai pada awal hingga pertengahan Desember mendatang.

“Hujan yang turun sebagai penanda peralihan dari musim kemarau ke penghujan,” katanya.

Angin Kencang Berpotensi Merusak

Purwono mengingatkan masyarakat agar tetap waspada selama masa pancaroba. Pada periode ini, cuaca ekstrem seperti angin kencang dapat terjadi dalam waktu singkat dan berpotensi menimbulkan kerusakan maupun bencana.

Dampak angin kencang sudah dilaporkan saat hujan perdana pada Sabtu. Sebuah kandang kambing di Kapanewon Tanjungsari mengalami kerusakan akibat terjangan angin, tetapi kambing yang berada di dalamnya berhasil diselamatkan.

“Fenomena angin kencang akan semakin sering. Makanya harus terus diwaspadai dan diantisipasi agar dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya.

Bantuan Air Bersih Masih Berlanjut

Di tengah perubahan cuaca, kebutuhan air bersih warga masih menjadi perhatian BPBD Gunungkidul. Hujan yang turun belum mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat sehingga penyaluran bantuan masih terus dilakukan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarto, mengatakan program bantuan air bersih ditargetkan berlangsung hingga akhir Desember mendatang.

“Masih berjalan karena target penyaluran bantuan air bersih berlangsung hingga akhir Desember mendatang,” kata Edy.

Menurut Edy, pada awalnya pemerintah mengalokasikan bantuan sebanyak 800 tangki air bersih. Namun, kemarau panjang membuat pemerintah menambah anggaran untuk penyediaan 5.100 tangki melalui Belanja Tak Terduga (BTT) Pemkab Gunungkidul.

“Anggaran untuk 800 tangki sudah habis. Makanya ada tamabahan sebanyak 5.100 tangki melalui BTT untuk membantu masyarakat. Selain itu, juga ada penyaluran bantuan dari kapanewon dan pihak ketiga,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online