OJK Ingatkan Risiko Paylater dan Pinjol di Tengah Lonjakan Pembiayaan
OJK mengingatkan risiko pembiayaan digital. Nilai paylater mencapai Rp13,61 triliun dan pinjaman daring Rp106,94 triliun pada Agustus 2026.
Mataram Legacy Run digelar 22 November 2026 di Kotagede, mengajak pelari menyusuri kawasan bersejarah sambil menikmati kuliner dan kerajinan lokal. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kawasan bersejarah Kotagede, Jogja, akan menjadi lintasan unik bagi peserta Mataram Legacy Run 2026 yang digelar pada Minggu (22/11/2026) di Embung Giwangan. Ajang lari bernuansa budaya ini mengajak peserta menyusuri perkampungan hingga gang-gang sempit, sekaligus menikmati kekayaan sejarah yang melekat di kawasan tersebut.
Tokoh Kotagede, Noor Arief, menyambut positif penyelenggaraan Mataram Legacy Run. Menurutnya, kegiatan yang memadukan olahraga dan kebudayaan seperti ini merupakan sesuatu yang telah lama dinantikan oleh generasi terdahulu.
"Kalau pandangan saya, ya, jadi sangat menyenangkan dan bagi saya ini sangat melegakan. Melegakan, kenapa? Karena, ya, ini yang sebetulnya kami tunggu-tunggu," ujar Noor Arief, Minggu (25/10/2026).
Ia menuturkan, sekitar 20 hingga 30 tahun lalu, masyarakat dari generasinya juga menyukai kegiatan hiburan atau tontonan serupa. Karena itu, ia merasa lega melihat generasi muda masih memiliki ketertarikan terhadap kegiatan yang mengangkat nilai-nilai budaya.
Noor Arief menilai komunitas kreatif yang terlibat dalam penyelenggaraan acara memiliki perspektif segar dalam memperkenalkan kebudayaan. Menurutnya, pelestarian budaya tidak harus selalu terpaku pada pakem lama yang statis dan kaku.
Sebaliknya, warisan masa lalu dapat dirayakan melalui pendekatan kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman. Perpaduan unsur modern dan tradisi lokal dalam Mataram Legacy Run, menurutnya, menjadi salah satu contoh penerapan gagasan tersebut.
Kreativitas itu terlihat dari penyusunan konsep perjalanan visual atau storyboard hingga pemanfaatan ruang publik di kawasan cagar budaya. "Kami berharap acara ini tidak hanya menarik masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga menumbuhkan keinginan generasi muda untuk mengenal sejarah dan identitas peradaban Kotagede," katanya.
Persiapan dan keamanan peserta dimatangkan
Project Manager Mataram Legacy Run 2026, Yanuar Sulistyo, mengatakan seluruh persiapan kegiatan masih berjalan sesuai target waktu yang telah ditentukan. Panitia memprioritaskan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan peserta selama acara berlangsung. Adapun target peserta sebanyak 2.000 pelari.
"Kami terus mematangkan koordinasi lintas sektor, mulai dari sterilisasi rute, pengamanan titik-titik krusial bersama pihak berwenang, hingga kesiapan kantong-kantong parkir bagi para peserta yang hadir dari luar daerah," ujar Yanuar.
Selain menyiapkan pengamanan lintasan, penyelenggara juga memperhatikan kelancaran lalu lintas. Sterilisasi jalur menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk mengantisipasi potensi kemacetan pada akhir pekan, ketika peserta dari luar daerah turut hadir.
Mataram Legacy Run 2026 juga menghadirkan inovasi berupa Mataram Legacy Passport yang diberikan kepada 100 pelari tercepat. Program ini dirancang agar pengalaman peserta tidak berhenti setelah menyelesaikan lintasan lari.
Melalui program tersebut, pelari dan wisatawan memungkinkan untuk mengikuti berbagai kegiatan kolaboratif di destinasi wisata dan sentra kuliner lokal di Kotagede.
"Kami ingin Mataram Legacy Run 2026 memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar serta meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pelari. Semoga ikhtiar bersama ini berjalan lancar dan sukses menggerakkan sektor pariwisata Jogja," pungkas Yanuar.
Rute unik tawarkan pengalaman berbeda
Profesional running management, Ramdhan, mengatakan rute Mataram Legacy Run dirancang agar peserta dapat merasakan atmosfer autentik kawasan bersejarah Kotagede. Dengan batas waktu 90 menit, pelari memiliki kesempatan untuk menjelajahi lintasan yang menawarkan pengalaman berbeda dari ajang lari pada umumnya.
"Membayangkan lewat pasar Kota Gede itu juga kurang lebih banget gitu. Tapi juga dengan waktu yang 90 menit ya bisa jalan kaki seperti tadi, betul-betul bisa mampir ke dalam pasar terus itu empat, yang ketat enggak di kalangan ratu luar Kota Gede," ujar Ramdhan.
Menurut Ramdhan, Kotagede memiliki karakter yang kuat melalui aktivitas seni dan kreativitas masyarakatnya. Kawasan ini dikenal sebagai tempat lahirnya beragam produk kreatif, sehingga memiliki daya tarik tersendiri untuk dikemas dalam sebuah acara olahraga..
Pengalaman mengikuti berbagai ajang lari di sejumlah tempat turut menjadi inspirasi dalam merancang konsep acara ini. Penyelenggara berharap para pelari dapat menikmati pengalaman menyusuri sudut-sudut klasik Kotagede melalui kegiatan yang dikemas secara profesional.
"Jadi ini menarik, boleh dicoba, runner bisa mencoba dan kemudian menikmati pengalaman sendiri berlarilah di Kota Gede, begitu," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mengingatkan risiko pembiayaan digital. Nilai paylater mencapai Rp13,61 triliun dan pinjaman daring Rp106,94 triliun pada Agustus 2026.
Jogja Expo 2026 membuka peluang UMKM DIY memasuki rantai pasok haji dan umrah. Kerja sama awal yang terbentuk mencapai sekitar Rp1 miliar.
Simak cara cek status penerima BPNT Rp600.000, syarat kepesertaan, penyebab bantuan belum masuk rekening, dan langkah penarikan tunai.
Ganti rugi pengadaan tanah Tol Solo-Jogja di Sleman mencapai Rp19,5 miliar untuk 11 objek di Moyudan dan Gamping.
PDIP mendukung putusan MK yang memerintahkan revisi UU Peradilan Militer dalam dua tahun untuk memperjelas yurisdiksi peradilan.
SAPMA Pemuda Pancasila DIY bersama BPBD Gunungkidul menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Nglipar.