New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
BANTUL -- Jika sampai Jumat (4/1/2013), jasad Ilham Angga, 20, belum juga ditemukan, tim SAR Parangtritis akan menghentikan pencarian mulai Sabtu (5/1/2013). Dengan kata lain, tim SAR tinggal menunggu jasad pemuda asal Kalinegoro, Magelang, Jawa Tengah itu menepi terbawa ombak.
Ilham Angga adalah satu dari dua korban kecelakaan laut (laka laut) di kawasan Pantai Parangtritis pada Senin (1/1/2013) lalu. Korban lain yang juga teman Ilham, yaitu M. Subhan, 22, berhasil diselamatkan anggota SAR sebelum terlalu jauh terseret arus ke timur.
Ditemui Harian Jogja, Kamis (3/1/2013), Komandan SAR Parangtritis Ali Sutanto Joko Saputro menerangkan prosedur pencarian dan penyisiran korban laka laut maksimal dilakukan selama lima hari. “Biasanya hanya butuh waktu tiga hari,” kata Ali.
Ali mencontohkan pada pencarian jasad Prihandoyo alias Duyut, 13, yang terseret ombak pada Rabu (26/12/2012). Setelah melalui penyisiran lewat jalur darat dan laut, jasad warga Banjarsari, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah itu ditemukan pada Jumat (28/12/2012).
Menurut Ali, faktor alam menjadi kendala utama pencarian jasad Ilham. Sebab, sejak Rabu (2/1/2013), ketinggian ombak di Pantai Parangtritis mencapai tiga hingga empat meter. Selain itu, hembusan angin laut juga cukup kencang.
Dalam penyisiran yang dilakukan pada Kamis tim SAR menerjunkan tujuh anggotanya dengan satu perahu karet milik Polair DIY sejak pukul 08.00 WIB. Karena gelombang pasang, pencarian melalui jalur laut itu dihentikan pada pukul 11.00 WIB.
Sedangkan pencarian melalui jalur darat di wilayah Watu Mejo (batuan karang sekitar dua kilometer di timur Posko SAR) yang dilakukan oleh lima anggota SAR belum membuahkan hasil. “Empat regu SAR Parangtritis tetap disiagakan hingga Jumat,” jelas Ali.
Dari pantauan Harian Jogja, derasnya ombak pasang sejak Senin (1/1/2013) lalu menyebabkan Pantai Parangtritis kini lumayan curam. Tumpukan pasir yang terbawa ombak pasang membentuk pereng yang menjorok ke laut.
Alhasil, meski tanpa peringatan dari tim SAR yang berpatroli, para wisatawan yang masih membanjiri Pantai Parangtritis seakan sudah sadar akan bahaya yang mengintai. “Kami tidak berani bermain ombak karena pantainya sudah tidak datar seperti dulu,” ujar Pranastuti, 26, wisatawan asal Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.