6 Penyelam Basarnas Cari Korban di Dalam KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Ilustrasi/JIBI/Bisnis Indonesia/Paulus Tandi Bone
http://www.harianjogja.com/baca/2013/01/06/dua-truk-terjebak-banjir-lahar-dingin-365148/1512-ptb-bisnis1batu1" rel="attachment wp-att-365149">http://images.harianjogja.com/2013/01/1512-PTB-BISNIS1BATU1-206x310.jpg" alt="" width="206" height="310" />SLEMAN -- Hujan deras yang turun di kawasan puncak Gunung Merapi mengakibatkan banjir lahar dingin berkapasitas ringan di Kali Gendol. Akibat banjir ini dua truk pengangkut pasir terjebak, tepatnya di Kali Gendol Dusun Batur, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.
Dua truk itu terjebak lahar dingin dari Merapi pada Sabtu (5/1/2013) sore. Pasalnya waktu itu di Dusun Batur masih cerah namun di bagian atas Merapi terjadi hujan yang cukup lebat. Sopir dan beberapa orang yang melihat aliran air langsung pergi ke pinggir sungai dan meninggalkan truk mereka.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kejadian itu menjadi tontotan beberapa warga sekitar pada Minggu (6/1/2013) saat evakuasi berlangsung.
Salah satu truk pasir warna merah bernopol H 1952 DC berasil dievakuasi warga. Truk yang ditarik oleh warga sekitar 200 meter dari sungai ini seluruh mesinnya tertutup dengan pasir dan lumpur.
Salah satu warga Supriyadi mengatakan sopir truk tersebut hingga kini masih belum kelihatan. Namun pada Sabtu (5/1/2013) malam pihaknya meminta tolong warga sekitar untuk mengevakuasi truk tersebut.
“Mungkin sopirnya sedang mengurus di kantornya. Sebab kemarin hanya pesan agar warga bisa mengevakuasi truk jika banjir sudah mereda,” kata Supriyadi, Minggu.
Supriyadi menambahkan, di sini memang sering truk terjebak lahar dingin saat hujan lebat dan warga sekitar sering dimintai bantuan untuk mengevakuasi truk yang terjebak itu.
“Kalau kemarin bukan hanya truk yang terkena aliran lahar dingin tapi satu becko pengeruk pasir juga ikut terguling. Tapi malam harinya becko sudah bisa dievakuasi,” jelas Supriyadi.
Salah satu anggota Pecinta Alam Lereng Merapi (Palem), Warjono alias Lentu mengatakan jika Sabtu sore dia mendengar frekuensi SKSB Emergency. Dia menemukan banyak pembicaraan yang sifatnya obrolan ringan.
Padahal pada pukul 16.15 WIB ada informasi jika di atas Gunung Merapi hujan lebat. Dari atas diinformasikan ada aliran mencapai 60 milimeter di Sungai Gendol menuju ke bawah.
Namun informasi ini rupanya kalah dengan obrolan ringan para pengguna. Akibatnya, sopir yang juga mendengarkan frekuensi ini jadi tidak bisa mendengarkan informasi selanjutnya.
“Dan pada pukul 17.00 WIB saya dikabari kalau ada dua truk dan satu becko terjebak banjir di Sungai Gendol. Saya lihat, sopir juga masih di sana belum bisa berjalan ke pinggir,” kata Warjono.
Dengan kejadian ini, Warjono berharap agar frekuensi SKSB tidak dijadikan untuk berbincang-bincang yang kurang penting. “Terlebih jika ada informasi hujan lebat di atas Gunung Merapi, sebaiknya semua pembicaraan diarahkan ke sana. Sebab banyak warga yang bergantung pada informasi di frekuensi ini,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.