BANJIR DIY: Pemkab Tidak Tahu Ada Dapur Umum di Panjatan

Jum'at, 18 Januari 2013 16:29 WIB
BANJIR DIY: Pemkab Tidak Tahu Ada Dapur Umum di Panjatan

KULONPROGO -- Koordinasi penanganan banjir antar-instansi di Kulonprogo tidak
berjalan baik. Saat ini, total banjir menerjang lima kecamatan.

Ditemui Jumat (18/1/2013) siang, Kepala Seksi (Kasi) Antisipasi dan
Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo,
Hepy Eko Nugroho mengaku tidak mengetahui ada dapur umum yang
didirikan di kompleks Kantor Kecamatan Panjatan.

Dapur umum tersebut didirikan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi
(Dinsosnakertrans) yang disokong Tagana Kulonprogo.

Menurut Kepala Dinsosnakertrans, Riyadi Sunarto, dapur umum itu
didirikan untuk memasok makanan bagi 212 Kepala Keluarga di Dusun I,
II, dan III Desa Gotakan, Panjatan. Pasalnya banyak sumur di desa
tersebut yang terendam banjir sehingga warga tidak bisa mengkonsumsi
air untuk keperluan memasak.

Pendirian dapur umum itu tidak diketahui sama sekali oleh BPBD
Kulonprogo. “Emang ada dapur umum? Di mana dapur umum?,” tanya Hepy.

Menurut dia, berdasarkan pantauan BPBD Kulonprogo wilayah Gotakan,
Panjatan memang terendam banjir tapi belum patut didirikan dapur umum.
Sementara berdasarkan data yang dimiliki BPBD, banjir kali ini
menerjang lima kecamatan di Kulonprogo yakni Lendah, Galur, Panjatan,
Wates dan Temon.

Meski demikian, menurut Hepy belum perlu dilakukan evakuasi warga
karena rumah hanya terendam air dan tidak menimbulkan kerusakan. Meski
demikian banjir tersebut menyebabkan kegiatan belajar-mengajar di SD
Bonosoro Jatirejo dan SDN Wahyuharjo di Lendah berhenti total karena
terendam air.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online