Aduh, Kondisi Benda Cagar Budaya Kraton Mengenaskan

Minggu, 20 Januari 2013 17:10 WIB
Aduh, Kondisi Benda Cagar Budaya Kraton Mengenaskan

BANTUL -- Benda cagar budaya (BCB) peninggalan Hamengku Buwono II di Desa Wonocatur, Banguntapan, Bantul, dalam kondisi mengenaskan.Di antaranya adalah pesanggrahan Patih Danurejo VII dan sang istri GKR Angger (adik HB VII)

“Masih banyak peninggalan pesanggrahan kraton di sekitar sini yang kondisinya cukup memprihatinkan,” kata Sunardi, pegawai Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi DIY yang bertugas merawat pesanggrahan Gua Siluman, Minggu (20/1/2013).

Pesatnya pertumbuhan permukiman di Desa Wonocatur sejak 1995 lalu berdampak benda cagar budaya, di antaranya gua Siluman dan pesanggrahan keluarga kraton.

Gua Siluman, bekas pemandian ratu dan selir itu menjadi saluran pembuangan sampah dan air limbah rumah tangga. Sedangkan pesanggrahan Patih Danurejo VII yang terletak 500 meter dari Gua Siluman juga mengenaskan.

Setelah menyusuri lorong Gua Siluman yang berbau menyengat, Sunardi lantas mengajak Harian Jogja bertandang ke makam Cendonosari, tempat disemayamkannya Patih Danurejo VII. Lokasinya sekitar 500 meter di sisi utara Gua Siluman.

Meski tampak kokoh dengan lantai marmer yang kusam, bangunan itu sudah mulai keropos di beberapa sudut. Makam Cendonosari kerap dikunjungi pasangan suami istri yang belum dikaruniai momongan untuk sesirih (berdoa).

“Patih Danurejo VII adalah seniman yang mumpuni. Beliau suami dari GKR Angger (adik HB VII),” terang Endri Agus, juru kunci makam Cendonosari saat mengantar Harian Jogja.com menuju cungkup yang bertengger di atas bukit itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online