Perkosa Pacar di Bawah Umur, Pemuda Wonogiri Ancam Sebar Video
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
KULONPROGO -- Perajin batik di Kulonprogo dibuat resah dengan membanjirnya batik printing bermotif geblek renteng. Bahkan seragam siswa di Kulonprogo juga memakai batik printing bermotif geblek rentek.
Dihubungi Kamis (24/1/2013), Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Kulonprogo, Umbuk Haryanto mengatakan pekan lalu perwakilan asosiasi menggelar audiensi dengan Bupati Hasto Wardoyo. Dalam pertemuan tersebut, mereka mengeluh soal kain printing bermotif gebleg renteng yang membanjiri Kulonprogo.
Padahal semula instruksi bupati agar pelajar dan PNS mengenakan batik gebleg renteng bertujuan untuk menggairahkan industri batik Kulonprogo.
Dari sisi harga, kain printing memang jauh lebih murah yakni sekitar Rp35.000. Sementara produksi batik cap dengan motif yang sama mencapai Rp50.000 atau Rp100.000 untuk tulis. “Otomatis membanjirnya batik printing bisa mematikan usaha batik Kulonprogo,” kata dia. saat ini hanya sekitar 20% perajin yang menggarap geblek renteng.
Saat audiensi dengan Bupati, ada pernyataan yang membuat perajin batik kecewa. Pasalnya, Bupati sempat bertanya apakah perajin mampu membuat batik printing.
Penyuluh batik Basu Swastha Dharmmesta, mengatakan untuk menjaga agar batik asli tetap hidup, perajin harus berkomitmen dalam jangka panjang untuk menolak kehadiran printing. Setelah printing masuk, dapat dipastikan industri batik yang terdiri dari banyak mata rantai akan mati dengan sendirinya.
Semestinya pemerintah daerah mendorong agar industri batik makin maju. Ia menconthkan, komitmen Walikota Jogja melarang masuknya printing di XT Square. “Saya mengajak semua perajin mari melawan kain printing yang motifnya mirip batik, dan hanya mencari untung dalam junlah besar dalam waktu singkat,” terangnya.
Sementara itu, Ketua BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) DIY, Liliek Syaiful Ahmad mengatakan Pemkab Kulonprogo harus menjelaskan apakah gebleg renteng itu harus berbentuk batik atau printing. “Dari awal maunya seperti apa?,” ujar dia.
Jika memang harus batik, maka pemkab harus konsisten mendukung tumbuhnya industri batik dengan motif gebleg renteng. Meski demikian, ia mengingatkan agar pemkab juga tidak melupakan aneka motif batik khas Kulonprogo lainnya sehingga tidak tenggelam dengan hadirnya gebleg renteng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Harga buyback emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian turun pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Cek harga berdasarkan berat emas.
Perempuan muda dan lansia di DIY serta Klaten mengolah kain perca menjadi tenun dan kerajinan bernilai ekonomi di Rumah Kreatif Tukik.
BMKG menetapkan status Siaga tsunami hingga 3 meter setelah gempa M7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, Sabtu pagi.
Artis Celine Evangelista hadir dalam gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2026 dengan membagikan pengalaman dalam berbinis busana muslimah syar'i.
Penyalahgunaan narkoba dan psikotropika tidak hanya merusak kondisi fisik, tetapi juga dapat memicu kecanduan berat akibat perubahan sistem dopamin di otak