Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Kosong di Boyolali
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
SLEMAN -- Hunian tetap (Huntap) yang ada di daerah Dongkelsari, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Sleman hingga kini belum rampung dibangun. Untuk itu warga masih bertahan di barak pengungsian selama 8 bulan terakhir.
Setidaknya, 11 Kepala Keluarga (KK) masih menempati barak pengungsian di Dusun Kiyaran, Wukirsari, Kecamatan Cangkringan. Mereka sekarang menempati gedung bekas sekolah dasar yang sejak erupsi merapi silam memang digunakan sebagai barak pengungsian.
Menurut salah satu warga Gungan, Mulyanto mengatakan untuk sementara mereka tidur memanfaatkan enam ruangan kelas. Untuk satu ruangan digunakan dua kepala keluarga (KK) namun ada yang satu ruangan digunakan tiga KK.
“Kami terpaksa tinggal sementara di sini karena huntap belum selesai, sementara kami juga tidak punya rumah. Kami malu kalau harus menumpang di tempat saudara terus-menerus,” jelas Mulyanto, Selasa (29/1/2013).
Kepala Bagian Pemerintahan Desa Wukirsari, Nana Widyatmanto pernah mengatakan jika wilayah huntap di Dongkelsari kurang layak untuk dijadikan perumahan. Pasalnya, di sana bekas pesawahan yang memiliki kontur tanah lembek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.
Pengamat UI Muhammad Syaroni Rofii mendorong pemerintah memperkuat sektor energi dan mengurangi ketergantungan impor di tengah geopolitik global.