PILKADES SERENTAK DI BANTUL: Diduga Politik Uang Marak Terjadi

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Minggu, 14 April 2013 23:45 WIB
PILKADES SERENTAK DI BANTUL: Diduga Politik Uang Marak Terjadi

BANTUL-Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di enam desa di Bantul, Minggu (14/4/2013), diwarnai dugaan politik uang.

Panitia Pilkades Desa Timbulharjo, Irvan mengungkapkan, modus yang dilakukan salah satu tim sukses peserta Pilkades dengan cara mencegat warga di jalan agar menerima uang suap.

“Saat warga mau ke TPS dicegat di jalan di kasih uang, itu terjadi di Dusun Gemblangan,” katanya.

Beruntung warga yang hendak disuap menolak dan melaporkan kejadian itu ke Pantia Pilkades. Terlapor, pelapor dan saksi akhirnya dipertemukan di balai desa.

“Sebagian warga sudah sadar kalau politik uang tidak baik,” tuturnya.

Sementara modus politik uang lainnya juga terjadi di Bangunjiwo. Salah satu warga mengatakan, malam sebelum pencoblosan, salah satu calon kepala desa mengundang warga makan-makan di suatu tempat.

“Saya dengarnya begitu pada ramai diundnag makan, pulangnya mungkin di selipkan uang,” kata warga yang mengaku bernama Eko tersebut.

Pilkades serentak diamankan puluhan personel kepolisian di setiap desa, ditambah aparat Satuan Polisi Pamong Praja hingga TNI.

Bupati Bantul Sri Suryawidati juga meninjau ke lapangan untuk memastikan kondisi pelaksanaan Pilkades.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online