FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
KULONPROGO-Peserta Ujian Nasional tingkat SMA/SMK di Kulonprogo mengeluhkan lembar jawaban yang terlalu tipis. Hingga hari ketiga, secara keseluruhan ada 17 pelajar yang tidak mengeikuti ujian.
Arisa Aprilia, 18, siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) II Wates menceritakan selama mengikuti UN, dia grogi lantaran lembar ujian terlampau tipis.
Akibatnya, mereka harus ekstra hati-hati dalam menghitamkan jawaban dengan pensil.
“Lembarnya terlalu tipis. Takutnya bisa sobek kalau pas lagi mengisi jawaban. Akibatnya kami jadi ragu-ragu dalam menghitamkan jawaban takut kenapa-kenapa,” ujar dia kemarin. Hampir semua teman-temannya juga mengeluhkan hal serupa.
Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo, Sri Mulatsih juga membenarkan lembar jawaban memang tipis. Akan tetapi, karena lembar tersebut dicetak oleh pemerintah pusat, pihaknya tidak bisa berbuat banyak.
“Sejak hari pertama, kami sudah memberikan imbauan ke setiap sekolah agar lebih berhati-hati dalam mengisi lembar jawaban, atau saat menghapus jawaban menggunakan penghapus yang berkualitas,” imbuh Sri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.
Liverpool keluar dari empat besar Liga Inggris 2025/2026 usai kalah dari Aston Villa, sementara Manchester United pastikan posisi ketiga.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan