FLY OVER JOMBOR : Pembangunan Terkendala Lahan, Fly Over Jombor Timbulkan Macet

Kamis, 18 April 2013 20:09 WIB
FLY OVER JOMBOR : Pembangunan Terkendala Lahan, Fly Over Jombor Timbulkan Macet

SLEMAN-Pembangunan Flyover Jombor terganggu luasan lahan yang ada. Pasalnya karena belum semua tanah dibebaskan, arus lalu lintas menjadi kurang maksimal dilakukan. Terlebih kini pembangunan sudah mulai memasang pilar-pilar penyangga sisi Utara.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Flyover Jombor, Santoso mengatakan jika saat ini arus lalu lintas jadi semrawut. Seharusnya jika tanah sudah dibebaskan, tanah itu bisa dikeraskan untuk dijadikan akses sementara.

“Karena belum bisa dibebaskan, kami akhirnya mengalihkan kendaraan masuk ke terminal. Kami hanya bisa melakukan pengalihan arus seperti ini,” kata Santoso di Kantornya Kamis (18/4).

Santoto melanjutkan pembangunan Flyover Jombor sudah selesai 60%. Kini pihaknya tinggal memasang pilar-pilar penyangga di sisi Utara Flyover Jombor. Pemasangan ini sebenarnya butuh space yang lebih luas.

Kemacetan tentu akan semakin parah jika arus dari Magelang yang masuk ke Jogja jumlahnya semakin banyak. Seperti pada hari-hari libur, selama ini kendaraan bisa mengantre lebih dari 200 meter.

“Memang ada pengalihan arus dari Denggung, namun belum berjalan dengan maksimal. Kami berharap kendaraan dari Magelang bisa lewat jalur alternatif dan menghindari perempatan Jombor,” katanya.

Santoso menambahkan masalah kemacetan ini akan bertambah parah saat pembangunan kepala jembatan atau bagian landing Utara. Sebab sudah dipastikan Jalan Magelang, Utara Jombor akan ditutup total jika tanah warga belum bisa dibebaskan.

“Kalau bisa dibebaskan tentu kami bisa buatkan jalan sementara agar bisa dilalui. Kalau belum bebas, mungkin dengan terpaksa kami akan menutup jalur dari Magelang,” jelas Santoso.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online