Dua Desa di Galur Ingin Simulasi Bencana Laut

Jum'at, 19 April 2013 11:34 WIB
Dua Desa di Galur Ingin Simulasi Bencana Laut

 

GALUR-Dua desa di Kecamatan Galur, yakni Banaran dan Karangsewu menginginkan adanya pelatihan terhadap warganya sebagai bentuk antisipatif menghadapi bencana laut.

Pemerintah desa di dua wilayah itu menganggap warganya membutuhkan bekal pelatihan untuk tanggap terhadap bencana. Apalagi, wilayah itu tepat berada di pinggir laut lepas.

Kepala Dusun Imorenggo, Karangsewu, Solickhin mengungkapkan selama ini Dinas Kelautan dan Perikanan maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kulonprogo  belum memberi simulasi kepada warga agar memiliki teori dalam kesiapsiagaan bencana.

"Belum sekali pun di sini ada pelatihan meski Imorenggo ini tepat berada di pinggir laut. Kami menantikan adanya pelatihan itu agar warga tahu apa indikasi dan tanggap terhadap bencana," katanya kepada Harian Jogja, Jumat (19/4/2013).

Ia mengungkapkan selama ini di wilayahnya sudah ada rambu-rambu yang menjadi gambaran rute evakuasi bila terjadi bencana dadakan. Tapi menurutnya, hal itu percuma jika tanpa dilandasi dengan bekal pelatihan yang cukup.

"Akan lebih efektif bila warga secara nyata diberikan penjelasan mengenai simulasi bencana yang baik," harapnya.

Adapun Kepala Desa Banaran, Dwi Haryanto mengatakan di wilayahnya sudah pernah ada sosialisasi tentang bencana alam. Namun itu hanya sekali dan wujudnya hanya sosialisasi bukan pelatihan.

"Kalau diadakan lagi tentu akan sangat efektif kepada warga. Apalagi kalau kemasannya diwujudkan dalam bentuk praktek peragaan siaga bencana di hadapan warga," ujar Dwi terpisah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online