Rumah Terbakar di Suruh Semarang, Satu Orang Tewas
Kebakaran menghanguskan rumah di Suruh, Kabupaten Semarang. Seorang penghuni meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah.
GUNUNGKIDUL-Jelang musim kemarau Mei mendatang, masyarakat diminta waspada terhadap berbagai penyakit yang muncul. Diantaranya adalah penyakit diare dan radang pada selaput mata (konjungtivitis).
Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, diare biasanya banyak ditemukan di wilayah-wilayah yang sulit memperoleh air bersih. Beberapa puskesmas sudah diintruksikan untuk terus memantau kondisi di masyarakat.
“Petugas kesehatan keliling terus mantau. Disamping itu jika sudah ada indikasi masyarakat supaya lapor ke puskesmas,” katanya, Jumat (19/4).
Dewi menjelaskan, penyakit diare yang menyerang usus akan menular melakui kontak fisik, atau pemakaian barang secara bersamaan.
Sementara gejalanya, feses berbentuk cair, mual, muntah, kram perut, demam, nyeri otot, serta sakit kepala. Gejala-gejala tersebut muncul satu sampai dua hari setelah terpapar virus.
Untuk mengatasinya, kata Dewi, bisa memperbanyak konsumsi air putih untuk menggantikan cairan tubuh. Sebab, diare biasanya banyak mengeluarkan cairan sehingga perlu ada cairan pengganti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran menghanguskan rumah di Suruh, Kabupaten Semarang. Seorang penghuni meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.
Hyundai Tucson 2027 resmi diperkenalkan dengan desain Art of Steel, dimensi lebih besar, kabin Pleos, dan varian XRT.
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Basarnas mencatat 601 kecelakaan kapal hingga 15 Agustus 2026 dengan 3.607 korban. Sebanyak 239 orang meninggal dan 203 hilang.