Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
GUNUNGKIDUL-Jelang musim kemarau Mei mendatang, masyarakat diminta waspada terhadap berbagai penyakit yang muncul. Diantaranya adalah penyakit diare dan radang pada selaput mata (konjungtivitis).
Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, diare biasanya banyak ditemukan di wilayah-wilayah yang sulit memperoleh air bersih. Beberapa puskesmas sudah diintruksikan untuk terus memantau kondisi di masyarakat.
“Petugas kesehatan keliling terus mantau. Disamping itu jika sudah ada indikasi masyarakat supaya lapor ke puskesmas,” katanya, Jumat (19/4).
Dewi menjelaskan, penyakit diare yang menyerang usus akan menular melakui kontak fisik, atau pemakaian barang secara bersamaan.
Sementara gejalanya, feses berbentuk cair, mual, muntah, kram perut, demam, nyeri otot, serta sakit kepala. Gejala-gejala tersebut muncul satu sampai dua hari setelah terpapar virus.
Untuk mengatasinya, kata Dewi, bisa memperbanyak konsumsi air putih untuk menggantikan cairan tubuh. Sebab, diare biasanya banyak mengeluarkan cairan sehingga perlu ada cairan pengganti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.