KENAIKAN HARGA BBM : Sultan Sebut Ini Tahun Politis, Sulitkan Kebijakan

Jum'at, 19 April 2013 19:36 WIB
KENAIKAN HARGA BBM : Sultan Sebut Ini Tahun Politis, Sulitkan Kebijakan

JOGJA- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan kebijakan dua harga pada BBM bersubsidi hanya akan semakin memancing kericuhan.

Menurutnya, persoalan tidak akan kunjung selesai jika kebijakan menaik-turunkan harga BBM dikaitkan dengan penyelamatan citra partai pada 2014.

Kenaikan harga secara serempak bagi Sultan adalah kebijakan yang lebih baik ketimbang dengan rencana- rencana pemberlakuan dua harga dan penjualan BBM bersubsidi di SPBU tertentu.

Antrean panjang dan penimbunan BBM bisa saja terjadi dengan kebijakan tersebut.

Hanya saja, kata Sultan, pemerintah pusat berat hati untuk menaikan harga BBM secara keseluruhan. Bahkan Mentri Perekonomian RI Hatta Rajasa memberikan opsi agar wacana kenaikan BBM itu dirumuskan dalam Peraturan Daerah. Menurut Sultan, ini sama saja memindahkan beban pusat ke daerah.

Atas opsi itu, Sultan langsung menyanggahnya kepada Hatta dalam pertemuan seluruh gubernur beberapa waktu lalu.

”Tatkala ini mau pemilu, Apakah DPRD saya [DPRD DIY] juga mau meneken,” kata Sultan Jumat (19/4).

Padahal, lanjutnya, kesulitan pengaturan akibat kebijakan ini tidak hanya dirasakan masyarakat tapi juga akan dialami oleh pengelola SPBU dan pemerintah daerah dalam hal pengawasan BBM bersubsidi agar dikonsumsi oleh orang yan berhak.

“Logikanya dengan kenaikan harga harusnya ada peningkatan service bagi masyarakat," urai Sultan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online