Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
JOGJA-Pengawas Ujian Nasional untuk tingkat SMP/MTs atau sederajat di DIY tetap diminta teliti dengan mengecek soal sebelum dibagikan ke peserta, agar tidak ada kesalahan pembagian soal.
"Kasus tertukarnya soal UN seperti yang terjadi pada tingkat SMA/SMK memang tidak mungkin terjadi karena UN SMP tidak ada penjurusan. Namun, kasus kesalahan soal masih bisa saja terjadi," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Baskara Aji di Yogyakarta, Sabtu.
Menurut dia, kasus kesalahan soal UN untuk SMP bisa saja terjadi dari percetakan karena salah memberikan sampul pada soal, misalnya, ujian untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, namun diberi sampul Bahasa Inggris.
"Kami harapkan kesalahan seperti itu tidak terjadi. Namun apabila terjadi, pengawas bisa segera melapor untuk mengganti soal," ucapnya.
Seluruh soal UN SMP/MTs telah didistribusikan dari gudang penyimpanan soal Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY ke 66 sekolah yang menjadi sub-rayon UN.
Distribusi soal dilakukan pada Sabtu (20/4), menggunakan sembilan armada yang masing-masing dikawal dua petugas kepolisian berpakaian sipil dan seorang petugas dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.
Soal akan disimpan di sub-rayon dengan penjagaan dari kepolisian setempat, sebelum diambil oleh masing-masing sekolah penyelenggara UN setiap hari sebelum ujian digelar.
"Seluruh siswa SMP/MTs di DIY sudah siap untuk mengikuti UN. Dan kami juga tidak mendengar adanya laporan mengenai kemungkinan kebocoran soal atau beredarnya kunci jawaban," kata Baskara.
Seperti pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK, soal UN untuk SMP juga akan dibedakan sehingga setiap siswa di satu ruangan akan memperoleh soal yang berbeda-beda.
Selain soal UN SMP/MTs, juga didistribusikan soal Ujian Paket B dan ujian susulan untuk SMA/SMK dan sederajat.
Total siswa SMP/MTs di DIY yang akan mengikuti UN tercatat sebanyak 47.476 siswa, 40 siswa SMP Luar Biasa, dan peserta Ujian Paket B tercatat sebanyak 6.818 peserta. Sedang jumlah siswa yang akan mengikuti UN susulan terbanyak ada di Kota Yogyakarta yaitu enam siswa, sedang di Bantul dua siswa, Sleman dua siswa dan Gunungkidul dua siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.