Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
BANTUL-Sejumlah siswa SMP di Bantul mengeluhkan lembar jawaban Ujian Nasional (UN) berkualitas buruk. Kondisi itu dinilai merugikan siswa.
Rofiq, 15, siswa SMPN 1 Bantul ditemui Senin (22/4) mengungkapkan, kualitas lembar jawaban UN buruk lantaran kertasnya sangat tipis sehingga rentan sobek. Bila tak hati-hati menghapus jawaban yang salah, kertas jawaban sangat mudah rusak. Bahkan kata dia, lembar jawaban milik sejumlah temanya rusak akibat menghapus terlalu keras.
Padahal saat pendalaman materi ujian, kertas yang digunakan untuk lembar jawaban kualitasnya lebih tebal dan tak mudah rusak.
“Lembar jawabannya ketipisan. Teman-teman ada yang rusak tapi nggak sampai bolong,” ungkap warga Murtigading, Sanden itu.
Alhasil, Rofiq harus membuang waktu dan energi lebih pada UN kemarin. Lantaran, ia tak langsung menulis jawaban di lembar yang disediakan.
“Jadi di kertas soalnya saya lingkari dulu jawaban yang saya pilih, kalau sudah selesai semua baru saya salin (hitamkan) di pilihan lembar jawaban. Jelas menambah waktu. Kalau nggak gitu nanti rusak kalau buru-buru,” pungkasnya.
Senin (22/4) sebanyak 11.178 siswa SMP dan 21 MTS se Bantul mengikuti UN mata pelajaran Bahasa Indonesia. Satu mata pelajaran berisis 50 soal pilihan ganda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.