Wonogiri Putar Haluan Ekonomi, Pariwisata dan Ekraf Jadi Andalan Baru
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
JOGJA-Rencana pemberlakuan dua harga bensin premium membuat pemerintah daerah gusar. Tak terkecuali Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X. Saat ditemui di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Jumat (26/4) mengatakan bahwa rencana kebijakan tersebut harus dipastikan secepatnya.
"Belum ada keputusannya kan kita belum bisa melangkah. Namun Pemda DIY tentunya sudah memetakan kebutuhan BBM Subsidi tersebut baik kuota maupun persebarannya. Sementara mekanisme tentunya akan disesuaikan setelah ada kebijakan dari pusat," ujarnya, Jumat(26/4).
Sementara itu apabila jadi dilaksanakan sebaiknya bagi penerima subsidi BBM seharga Rp 4.500 per liter disalurkan khusus yang tidak harus melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
“Jika harganya beda, apa tidak bisa di jatah saja, misalkan untuk kendaraan umum, plat kuning, nelayan dan lain-lain, bisa pakai jerigen atau pakai drum, tidak mesti harus di SPBU,” katanya.
Sebab, menurutnya jika ada ada dua SPBU yang berbeda di khawatirkan justru akan menimbulkan masalah dan konflik sosial di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Membandingkan MacBook Neo Rp10 jutaan dengan laptop Windows. Simak kelebihan, kekurangan, dan mana yang paling pas untuk kebutuhan kuliah serta kerja Anda.
Ingin lansia tetap sehat saat puasa Arafah? Simak 5 tips praktis mengenai hidrasi, nutrisi, dan aktivitas agar lansia tetap bugar saat Iduladha.
Tidak hanya soal kecepatan, pengguna internet kini mulai lebih memperhatikan faktor stabilitas koneksi dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Polres Bantul meningkatkan pengamanan jelang Iduladha 2026 untuk mengantisipasi tawuran dan kejahatan jalanan serta mengaktifkan siskamling.
Falling Walls Lab Yogyakarta 2026 merupakan hasil kolaborasi German Federal Foreign Office, German Academic Exchange Service (DAAD), UII, dan Euraxess