Investor China Bangun Apartemen Rp1,25 Triliun di IKN
Apartemen investor China PT Star Bright International Investment di IKN telah dipesan lebih dari 100 unit meski proyek belum rampung.
JIBI/Desi Suryanto Tim ekskavasi Dinas Kebudayaan Provinsi DI. Yogyakarta melakukan ekskavasi Kraton Dalam dalam situs Kedaton, di Dusun Kedaton, Pleret, Bantul, DI. Yogyakarta, Jumat (03/05/2013). Struktur kaki benteng Srimanganti atau Pacaosan dengan ketebalan 2,6 meter ditemukan dalam ekskavasi tersebut, bangunan itu menghadap ke utara dengan kemiringan 6 derajat. Situs Kedaton Pleret merupakan situs yang memiliki kaitan erat dengan perkembangan kerajaan Mataram Islam di Indonesia, sementara itu Kedaton
BANTUL–Upaya ekskavasi untuk mengungkap sejarah keberadaan Kraton Mataram Kerta atau Mataram Pleret di Dusun Kedaton, Pleret, Bantul, Dinas Kebudayaan DIY terus melakukan upaya ekskavasi.
Pada penggalian yang dilakukan Rabu (1/5), tim menemukan bekas fondasi bangunan Kedaton (kraton) di Dusun Kedaton, Desa Pleret, Kecamatan Pleret. Bangunan itu diperkirakan sebagai tempat kediaman keluarga kerajaan. Di area galian seluas 300 meter persegi, tim mulai menemukan batu bata kuno yang tertata.
Tim ekskavasi, Rully Endriadi mengatakan, penggalian dilakukan menindaklanjuti penelitian panjang yang telah dilakukan tentang Kraton Pleret yang diperkirakan dibangun sebelum 1677.
Menurut Rully, dalam penelitian yang dimulai sekitar 2003, ditemukan sejumlah bangunan dan benda pendukung tentang keberadaan istana raja di Pleret. Bangunan itu di antaranya benteng dan cepuri yang menyerupai ciri-Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Diakui Rully, penelitian yang dilakukan membutuhkan waktu yang panjang. Pasalnya literatur yang didapatkan sangat terbatas. Tim hanya memiliki peta peninggalan Rouffar pada era zaman Belanda, sekitar 1889. “Peta itupun sulit dipahami karena tulisan huruf Belanda sudah tidak utuh,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (2/5).
Dalam peta ini, Tim mendapatkan sketsa penting seperti gambar bekas benteng yang mengelilingi bangunan yang belakangan diyakini sebagai bangunan kraton. Ruli menambahkan, situs yang ditemukan merupakan kewilayahan Kedaton. Selain itu sejumlah artefak turut ditemukan di kedalaman 30 meter.
“Keramik dari China, gerabah, dan artefak bahan logam. Temuan benda itu makin meyakinkan kami jika lokasi ini dulu merupakan tempat tinggal raja,” ujarnya.
Ruli juga memperkirakan, bangunan Sitihinggil kemungkinan berada di dekat Kantor Kecamatan Pleret. Hal ini didasarkan pada temuan umpak (batu penyangga tiang utama bangunan). Sedangkan Alun-alun Kraton berada tepat di halaman SMA Pleret.
Ruly belum dapat memastikan sampai kapan penggalian ini akan dilakukan karena perlu koordinasi dengan pemerintah dan dinas terkait. Terlebih, imbuh Rully, Dinas Kebudayaan memiliki rencana menjadikan situs itu sebagai museum karya penelitian berbasis pelestarian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Apartemen investor China PT Star Bright International Investment di IKN telah dipesan lebih dari 100 unit meski proyek belum rampung.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.