Mesin Pemompa Irigasi Rusak, Puluhan Hektare Lahan Pertanian Terbengkalai

Jum'at, 10 Mei 2013 15:51 WIB
Mesin Pemompa Irigasi Rusak, Puluhan Hektare Lahan Pertanian Terbengkalai

KULONPROGO-Puluhan hektare lahan pertanian di Kecamatan Lendah terbengkalai. Pasalnya, mesin pemompa air irigasi mangkrak selama dua tahun.

Koordinator Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Lendah, Daryono mengatakan pengadaan mesin pompa serta jaringan irigasi ke arah Desa Sidorejo tersebut dibangun sejak 2011 oleh Balai Besar Sungai Wilayah Serayu Opak (BBSWSO) menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Akan tetapi, setelah selesai dibangun dan dilakukan uji coba, instalasi irigasi tersebut mangkrak hingga saat ini.

Akibatnya, sekitar 71 hektare lahan pertanian di Desa Sidorejo seperti di Dusun Ndiran, Kewarakan, Gedet, dan sebagian dusun Tubin tidak kebagian air. Secara keseluruhan jumlahnya mencapai 71 hektare.

“Daerah itu sebenarnya cukup produktif tapi karena letaknya lebih jauh dari saluran irigasi teknis Sapon, sehingga jarang kebagian air. Akhirnya dibuatlah instalasi pompa tersebut. Tapi sampai saat ini karena mangkrak, ya terbengkalai,” kata Daryono.

Ia melanjutkan, lantaran tidak mendapatkan pasokan air yang cukup, petani di daerah tersebut terpaksa menggunakan sistem tadah hujan sehingga hasil pertanian tidak maksimal. Para petani di daerah tersebut mengharapkan agar instalasi segera berfungsi guna mengairi lahan tersebut.

“Sudah banyak sekali petani yang mengeluhkan permasalahan ini. Kami juga sudah menyampaikan ke pihak kecamatan dan kabupaten. Tapi bisanya kami cuma sampai sebatas ini saja. Sampai sekarang tidak ada kemajuannya,” tambah dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online