Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
BANTUL-Seorang ayah tega membunuh bayinya yang baru lahir dengan cara dicekik dan ditutup hidungnya. Pelaku yang merupakan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) itu Kamis (16/5) malam digelandang ke Polres Bantul.
Kepala Urusan Bina Operasional (Kaur Bin Ops) Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul Iptu Sutrisno kepada Harian Jogja, Jumat (17/5) menyatakan, kasus pembunuhan yang diduga melibatkan pelaku bernama Muksin, 21, dan kekasihnya berinisial NS tersebut terjadi di sebuah gudang di daerah Sardonoharjo, Ngaglik Sleman.
Diperkirakan terjadi 11 Mei lalu. Namun, sepasang kekasih itu biasa tinggal di rumah NS di Dusun Gunungkelir, Desa Pleret, Kecamatan Pleret Bantul. Sedangkan Muksin sendiri merupakan warga Minomartani, Sleman.
NS terang Sutrisno diketahui hamil di luar nikah. Pada Sabtu (11/5) lalu ia pamit ke keluarganya untuk melahirkan di Sleman.
Namun anehnya setelah melahirkan dan kembali ke Pleret, NS pulang dengan tangan kosong tanpa membawa bayinya.
Usut demi usut ternyata bayi yang tak diketahui jenis kelaminya itu telah dibunuh oleh ayahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Harga tiket Piala Dunia 2026 mulai turun di pasar resale setelah penjualan melambat dan kursi stadion belum penuh.
Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 disebut bakal menjadi ponsel pertama yang menghadirkan fitur Gemini Intelligence dari Google.
Persebaya diingatkan Bernardo Tavares agar tidak meremehkan Semen Padang meski lawan sudah degradasi ke Liga 2.
Primbon Jawa menyebut weton Jumat Pahing memiliki aura pemimpin, rezeki baik, dan karakter mudah disukai banyak orang.
Proyek PSEL Bantul belum berjalan karena dana Danantara belum turun saat volume sampah rumah tangga terus meningkat.