KENAIKAN HARGA BBM : BLT Disebut Tak Mendidik Warga

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Senin, 20 Mei 2013 15:00 WIB
KENAIKAN HARGA BBM : BLT Disebut Tak Mendidik Warga

BISNIS/PAULUS TANDI BONE WARGA mengantri untuk menerima uang pada program keluarga harapan saat akan menerima dana bantuan pemerintah yang dahulu namanya BLT di kantor PT POS Makassar, Rabu, (21/9). Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyalurkan dana sebesar Rp3,2 miliar dengan penerima8.793 orang di Makassar

GUNUNGKIDUL-Anggota Komisi II DPR RI, Eddy Mahati menilai bantuan langsung tunai (BLT) yang dikucurkan pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak mendidik warga.

Hal itu akan membuat warga manja dan terbiasa menggantungkan diri kepada BLT tersebut.

“Pemerintah seharusnya malah memberikan bantuan modal agar mereka bisa membuka usaha. Tentunya tetap diawasi. Kita harus bisa membuat masyarakat mandiri,” papar dia Senin (20/5).

Mengenai kenaikan BBM ia mengaskan pemerintah harus menunjukkan perhitungan yang transparan kenapa harus ada kenaikan BBM. Ia mengaskan fraksi PDIP tidak akan pernah menyetujui kebijakan tersebut sebelum ada transparansi dari pemerintah.

Tak hanya Eddy, Dukuh di Gunungkidul juga menolak kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau oleh pemerintah dinamai bantuan langsung sosial masyarakat (BLSM).

Ketua Paguyuban Dukuh Kabupaten Gunungkidul Janaloka, Sutiyono mengatakan BLT mendidik warga tidak kreatif. Ia mengkiaskan agar jangan memberikan ikan kepada warga namun berikanlah kail.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis