Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
JOGJA-Angka kekerasan pelajar di Kota Jogja dari awal tahun hingga Mei menunjukkan kecenderungan peningkatan bila dibanding dua tahun terakhir, karena hingga saat ini sudah ada lima kasus yang ditangani pihak kepolisian.
"Kasus kekerasan pelajar sudah semakin meresahkan karena baru memasuki bulan kelima sudah ada lima kasus yang ditangani kepolisian. Jika tidak ada langkah apapun yang dilakukan, kasus kekerasan pelajar bisa semakin meningkat hingga akhir tahun ini," kata Wakapolresta Jogja, AKBP Agustinus Suprianto saat rapat gabungan dengan DPRD Kota Jogja, Rabu (22/5).
Berdasarkan data dari Polresta Jogja, kasus kekerasan yang melibatkan pelajar pada 2011 tercatat sembilan kasus dan sudah ada tiga kasus yang dilimpahkan ke kejaksaan dan enam kasus lainnya berakhir damai.
Sedangkan pada 2012 tercatat sebanyak lima kasus dengan dua kasus dilimpahkan ke kejaksaan sedangkan sisanya berakhir damai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Polemik ibadah di Bantul dimediasi polisi. Sultan minta warga jaga toleransi dan tidak terprovokasi isu.
Mahkamah Agung kurangi vonis Zaini Arony jadi 5 tahun penjara dalam kasus korupsi LCC. Ini rincian amar putusan kasasi.
DPRD Jogja soroti klitih yang berulang. Pemkot diminta kaji akar masalah remaja, tak hanya penindakan hukum.
Daftar lokasi Salat Iduladha 1447 H Muhammadiyah DIY tersebar di ribuan titik. Cek sebagian lokasi di Bantul, Sleman, dan Jogja.
Sedikitnya tiga posko anti kejahatan jalanan di Kapanewon Bambanglipuro dibentuk sebagai upaya menekan aksi kriminalitas, khususnya kejahatan jalanan atau kliti