Terlibat Curanmor, Mantan Sipir Lapas Wonosari Ditembak

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jum'at, 24 Mei 2013 15:49 WIB
Terlibat Curanmor, Mantan Sipir Lapas Wonosari Ditembak

Ilustrasi (JIBI/Solopos/Antara)

GUNUNGKIDUL-Aparat Kepolisian Resort Gunungkidul terpaksa menembak seorang mantan sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Wonosari karena terlibat kasus pencurian sepeda motor (curanmor) lintas provinsi.

Aib Saifudin, 35, warga Desa Baleharjo, Wonosari, mantan sipir tersebut ditembak polisi di bagian kaki kanan karena berusaha melarikan diri saat ditangkap di Dusun Kaliwaru, Kecamatan Ngawen, Kamis (23/5).

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul Ajun Komisaris Suhadi saat dikonfirmasi Jumat (24/5) mengatakan, penangkapan Aib hasil dari pengembangan para tersangka curanmor yang lebih dulu tertangkap.
Salah satu jaringan DIY-Jawa Tengah tersebut adalah Aib.

Salah satu Tempat Kejadian Perkara yang dilakukan Aib, kata Suhadi, yaitu di wilayah Siyonoharjo, tepatnya depan Pegadaian.

Aib juga sudah masuk dalam daftar pencarian orang sejak 2 bulan lalu. keberadaan Aib diketahui berada di wilayah Ngawen. Saat polisi melakukan penggrebekan, Aib melarikan diri, polisi pun sempat mengeluarkan tembakan peringatan keatas sebanyak 3 kali namun tidak dihiraukn Aib.

“Sudah berhasil kita tangkap tapi melarikan diri lagi sehingga anggota kita terpaksa melumpuhkan kaki kanannya,” tegas Suhadi.

Selain Aib, polisi juga mengamankan lima motor yang diduga hasil pencurian. Aib merupakan residivis kasus berbagai kasus pencurian seperti kawat, dan uang.

“Aib ini termasuk licin [sukar dicari],” ucap Suhadi. Polisi menjerat Aib dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan hukuman diatas lima tahun penjara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online