Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
GUNUNGKIDUL-Sedikitnya 122 dari 185.000 siswa di Gunungkidul mengalami putus sekolah karena keterbatasan biaya. Data dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)) Gunungkidul, siswa putus sekolah tersebut terdiri 51 siswa SD, 36 SMP/MTs dan 135 siswa SMK dan sederajat.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Bahron Rasyid mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan anak putus dari sekolah. Di antaranya, faktor ekonomi dan sosial.
Faktor sosial, kata Bahron, didominasi lingkungan yang banyak anak seusia sekolah sudah bekerja, “Seperti kemarin saya mendatangi 3 siswa SMP di Saptosari yang tidak ikut Ujian Nasional ternyata mereka ikut bekerja di Tangerang,” katanya, Minggu (26/5)
Sementara untuk siswa SD yang putus sekolah, Disdikpira jarang menemui kedua faktor tersebut. Melainkan karena lebih pada orangtua yang karena rumahnya pindah, lalu memindahkan anaknya tanpa mengikuti administrasi semacam surat pindah.
Untuk siswa putus sekolah karena faktor ekonomi, kata Bahron, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya pembujukan dengan mendatangi rumah-rumah.
Biaya anak rentan sekolah juga tersedia baik dari APBD Kabupaten Gunungkidul, APBD DIY maupun anggaran nasional.
“Bantuan juga dengan program keluarga harapan bagi keluarga miskin yang memiliki anak usia sekolah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
BMKG memprakirakan curah hujan Kalsel mulai meningkat Oktober 2026, tetapi lahan masih sangat mudah terbakar pada 22-23 Agustus.
Prabowo menegaskan pelaku karhutla akan ditindak. Izin korporasi bisa dicabut jika terbukti melakukan pelanggaran hukum.
LRT Jabodebek mencatat rekor 3,06 juta penumpang pada Juli 2026, tertinggi sejak beroperasi dan tumbuh 21% secara tahunan.
BMKG mencatat 776 titik panas di Kalsel pada Sabtu. Sebaran asap meluas ke Kalteng dan Kaltim, sementara jarak pandang turun hingga 200 meter
Suadesa Festival 2026 menghadirkan 40 UMKM dengan produk kerajinan, makanan dan kuliner untuk memperluas pasar serta menjaring pelanggan baru