Usaha Teh Rakyat di Kulonprogo Terhalangi Praktik Monopoli

Jum'at, 07 Juni 2013 11:31 WIB
Usaha Teh Rakyat di Kulonprogo Terhalangi Praktik Monopoli

KULONPROGO-Praktik monopoli hambat usaha produksi teh masyarakat Suroloyo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo. Petani inginkan harga jual yang lebih baik.

Kasiyem, salah seorang pengolah teh tradisional dari Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Samgaluh menceritakan kegiatan ekonomi produktif yang ia lakukan cukup memberikan dampak postif bagi peningkatan perekonomian keluarga. Hanya saja usaha tersebut terhalang oleh sulitnya mendapatkan bahan baku utama.

"Yang bikin ngganjel itu karena bahan baku dikuasai satu perusahaan berodal besar yang sudah lama beroperasi di wilayah kami. Itu yang menjadi penghalang kami untuk mengelola teh," ujar dia Jumat (7/6/2013).

Budi Suryadi, Koordinator Basis Produksi Serikat Tani Kulonprogo mengatakan harga beli dari perusahaan tersebut sangat rendah dan merugikan petani. Setiap kilogram hanya diharga sekitar Rp1.200.

"Harga serendah itu tidak menguntungkan petani karena tidak bisa menutupi ongkos produksi. Jadi perusaahan itu mengambil dari petani dengan harga rendah lalu dijual lagi per kilogram Rp5.000. jaraknya jauh sekali," beber Budi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online