Purbaya: Pelaku Perugian Negara Akan Dikejar, Belajar dari Kasus Eddy
Menteri Keuangan Purbaya menegaskan pelaku yang merugikan negara akan terus dikejar hingga aset berhasil dipulihkan untuk negara.
KULONPROGO-Dua puluh enam guru alih fungsi di Kulonprogo yang sempat mengadukan nasibnya ke DPRD setempat beberapa waktu lalu bakal dikembalikan sebagai guru mata pelajaran.
Sekertaris Komisi IV DPRD Kulonprogo, Priyo Santoso mengatakan berdasarkan pertemuan antara pihaknya dengan Dinas Pendidikan, Badan Kepegawaian serta Sekretaris Daerah Kulonprogo didapatkan keputusan mengenai nasib guru alih fungsi. Pihaknya memastikan 26 guru yang telah tersertifikasi akan dikembalikan sebagai guru pelajaran.
“Hasilnya, sesuai keinginan khususnya 26 guru yang sudah tersertifikasi, mereka akan dikembalikan sebagai guru mata pelajaran. Sementara yang lain karena sudah kerasan di SD jadi tetap di sana,” kata Priyo, Senin (10/6/2013) di gedung dewan.
Menurutnya, pengembalian guru dilakukan bakal dilakukan Dinas Pendidikan dan BKD segera dengan sistem satu persatu. Mengenai kepastian tanggal dan bulan, Priyo mengaku hal itu menjadi kewenangan dua instansi tersebut.
Priyo berharap dengan adanya solusi tersebut, diharapkan tidak terjadi permasalahan di masa yang akan datang. Komisi IV lanjut dia akan terus melakukan pemantauan agar proses mutasi itu bisa berjalan dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menteri Keuangan Purbaya menegaskan pelaku yang merugikan negara akan terus dikejar hingga aset berhasil dipulihkan untuk negara.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 kompak turun di Pegadaian hari ini. Cek daftar lengkap harga terbaru.
BPDDI 2026 kembali dibuka, dosen bisa lanjut doktor gratis dengan fasilitas lengkap dari pemerintah.
Ekuador ditahan Curacao 0-0 di Piala Dunia 2026, peluang lolos ke babak 32 besar kini terancam.
Iran ancam tutup Selat Hormuz akibat konflik dengan AS dan Israel, berpotensi ganggu perdagangan dan harga minyak dunia.
Sekolah di Jogja kekurangan guru pendamping disabilitas, Disdikpora siapkan strategi agar layanan tetap optimal.