Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Harian Jogja.com, BANTUL- Puluhan hektare tanaman cabai keriting di Desa Parangtritis, Kretek, Bantul terpaksa dimusnahkan lantaran rusak diguyur hujan.
Kepala Desa Parangtritis, Kretek, Bantul Topo, 60, menyebutkan, sebanyak 50 hektare lahan cabai keriting dan cabai merah jumbo di desanya dicabut petani dan diganti dengan tanaman bawang merah akibat rusak terendam air.
Kerusakan tanaman mencapai 50% setiap batangnya. “Cabainya rusak dan busuk. Buahnya tidak bisa berwarna merah. Sekarang dicabut semua sudah sejak sepuluh hari lalu,” ungkap Topo kepada Harian Jogja, Sabtu (13/7/2013).
Padahal tanaman tersebut baru berumur 80 hari. Sedianya masa hidup tanaman cabai mencapai hingga 120 hari, dan dapat dipanen berkali-kali. Tanaman itu baru sekali panen, tapi terpaksa dimusnahkan.
Kerusakan terjadi akibat cuaca buruk. “Sekarang ini cuaca tidak menentu, harusnya sudah kemarau tapi hujan masih banyak, sehingga tanaman terendam,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.