NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Harianjogja.com, SLEMAN—Pesatnya perkembangan tanaman bambu termasuk industri bambu membuat Kementerian Kehutanan ingin menjadikan Sleman sebagai sentra pengembangan komoditas bambu di Indonesia. Investasi bambu di daerah ini bahkan mencapai Rp10 miliar.
Sebagai langkah awal, Bupati Sleman, Sri Purnomo bertemu dengan Dirjen Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, Haryadi Himawan untuk mengkoordinasikan masalah ini.
“Rapat koordinasi ini untuk menyamakan persepsi antara warga yang memiliki tanaman bambu, perajin, pemasar kerajinan bambu serta pemerintah tentang bagaiman kendala dalam mengembangkan industri bambu,” kata Sri Purnomo saat rapat koordinasi di Pemkab Sleman, Selasa (16/7/2013).
Bupati berharapa proyek ini mampu memberikan pelatihan bagi para pengrajin tentang cara-cara meningkatkan nilai ekonomis bambu. Menurutnya, akan jauh lebih baik jika bambu yang diperjualbelikan sudah diolah terlebih dahulu, misalnya dengan diawetkan.
“Selama ini sejumlah masyarakat perajin komoditas bambu mengeluhkan tentang sulitnya memasarkan kerajinan bambu dengan harga memuaskan. Namun perlu diketahui bambu ini dapat dimanfaatkan dari semua bagian, mulai dari akar, rebung, batang pohon, ranting serta daunnya,” tegas Bupati Sleman.
Kepala Sub Bagian Program dan Pelaporan Balai Besar Kerajinan dan Batik Sleman, Retno Widiastuti mengatakan jika produk bambu sudah ada sejak 1937. Bahkan di Sleman pada beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan produksi kerajinan bambu.
“Jumlah perajinnya selalu meningkat dari tahun ke tahun. Dan saat ini yang menjadi sentra perajin bambu masih empat kecamatan, yakni Mlati, Moyudan, Minggir dan Godean,” kata Retno.
Pada akhir 2012 yang lalu di Sleman terdapat 1.759 unit usaha yang mengelola kerajinan bambu. Jumlah ini menyerap tenaga kerja sebesar 3.497 tenaga kerja dengan nilai investasi sebesar Rp10 miliar dan nilai produksi Rp13 miliar. Hasil dari industri kerajinan bambu tersebut juga telah menembus pangsa pasar dunia.
Populasi tanaman bambu di Sleman cukup banyak. Pada 2013 jumlahnya mencapai 733.545 batang yang sebagian besar berada di Pakem, Cangkringan dan Turi. Sedangkan kebutuhan bambu di tahun 2011 mencapai 817.860 batang per tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Kabut asap karhutla menyelimuti enam wilayah Sumbar akibat kiriman dari provinsi tetangga. Warga diminta memakai masker dan membatasi aktivitas luar.
Cuaca DIY 25 Agustus 2026 diprediksi cerah. BMKG mengingatkan warga mewaspadai panas dan risiko kebakaran lahan.
PWI DIY bersama Tim Ad Hoc menemui Bupati Bantul untuk mendorong pengusulan wartawan Udin sebagai Pahlawan Nasional.
Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW bermula beberapa abad setelah wafatnya Rasulullah dan berkembang menjadi tradisi umat Islam di Indonesia.
Pakar ULM mengingatkan bahaya kabut asap karhutla dan membagikan enam langkah melindungi diri dari paparan PM2.5.