Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Ratusan pedagang Pasar Argosari Wonosari makan sahur bersama polisi Polres Gunungkidul, Rabu (17/7/2013) dini hari di depan pasar setempat.
Sebanyak 200 bungkus nasi bungkus yang disediakan Kapolres Gunungkidul habis seketika. Bahkan pedagang nasi di sekitar Taman Parkir Wonosari kebagian untung karena dagangannya diborong. Tidak hanya pedagang, namun penegemis dan gelandangan pun tak luput mendapatkan nasi gratis tersebut.
Kapolres Gunungkidul AKBP Faried zulkarnaen mengatakan, sahur bersama masyarakat merupakan agenda yang akan dilakukan secara rutin selama bulan Ramadan. “Ini dalam rangkan menjalin kemitraan bersama masyarakat,” katanya.
Rencananya, selesai dari Pasar Argosari, sahur bersama masyarakat akan dilakukan di pasar Playen, kemudian Pasar Semanu. Tidak hanya sahur bersama, namun taraweh keliling juga dilakukan Kapolres bersama jajarannya.
“Dengan berbagai akan berharap akan menimbulkan energi positif dalam menjalin kemitraan antara polisi dan masyarakat,” ucap Faried.
Wasini, salah satu pedagang sayuran dan bumbu dapur Pasar Argosari mengaku senang bisa mendapatkan makan sahur gratis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Kabut asap karhutla menyelimuti enam wilayah Sumbar akibat kiriman dari provinsi tetangga. Warga diminta memakai masker dan membatasi aktivitas luar.
Cuaca DIY 25 Agustus 2026 diprediksi cerah. BMKG mengingatkan warga mewaspadai panas dan risiko kebakaran lahan.
PWI DIY bersama Tim Ad Hoc menemui Bupati Bantul untuk mendorong pengusulan wartawan Udin sebagai Pahlawan Nasional.
Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW bermula beberapa abad setelah wafatnya Rasulullah dan berkembang menjadi tradisi umat Islam di Indonesia.
Pakar ULM mengingatkan bahaya kabut asap karhutla dan membagikan enam langkah melindungi diri dari paparan PM2.5.