Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Harian Jogja.com, GUNUNGKIDUL - Harjo Sabar, 60, warga Dusun Wonontoro, Desa Candirejo, Kecamatan Karangmojo ditemukan tewas gantung diri di pohon jambu mete, Jumat (19/7/2013) pagi.
Ayah enam anak ini diduga nekat mengakhiri hidup karena tidak tahan menahan asam urat dan sakit gigi.
Kanit Reskrim Polsek Karangmojo Iptu Suko Wahyudi Peristiwa nahas tersebut pertama diketahui oleh tetangganya, Maryani, 22, sekitar pukul 06.00 WIB. Seusai pulang dari Pasar Wonontoro, Maryani melihat Harjo menggantung di atas pohon jambu mete dengan sutas tali plastik.
“Sebelum pukul 06.00 WIB saksi [Maryani] sempat melihat korban masih dibawah pohon,” katanya Suko.
Polisi bersama tim medis Puskesmas setempat dan Tim Identifikasi Polres Gunungkidul yang melakukan pemeriksaan Jasad Harjo tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Polisi menduga korban nekad mengakhiri hidupnya karena sakit menahun.
Suko menjelaskan, dugaan sakit itu berdasarkan keterangan dari keluarga dan tetangga dekat korban. “Katanya sakit gigi yang sudah menahun, sempat mengeluh asam urat juga” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.